Kemarau Panjang, Pemkab Bekasi Salurkan Air Bersih ke 9 Desa Terdampak Kekeringan

kompas.com
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan air bersih kepada sembilan desa yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa.

Berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Bekasi hingga Jumat (17/7/2026) terdapat 39 titik kekeringan yang tersebar di sembilan desa.

Baca juga: Kekeringan 2 Pekan, Warga Katulampa Bogor Cuci Baju dan Bersihkan Ikan di Kali Baru

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan, kekeringan di wilayahnya mulai terjadi sejak Juni 2026.

"Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Dampak paling dirasakan berada di wilayah selatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru, serta satu kecamatan di wilayah utara. Seluruh wilayah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi," ujar Endin melalui keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Kekeringan tersebut berdampak terhadap 4.929 kepala keluarga (KK) atau sekitar 13.985 jiwa.

Baca juga: BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih

Berdasarkan data BPBD, sebanyak 904.000 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan.

"Bantuan juga disalurkan meliputi 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.

Endin mengeklaim bantuan air bersih yang disalurkan saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi, Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan

"Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan, Pemkab Bekasi juga telah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang dengan memperluas jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi (PDAM) agar pelayanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

"Ke depan kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan perpipaan sehingga persoalan kekeringan tidak lagi menjadi kendala setiap musim kemarau," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemendikdasmen-Pemda Perkuat Kolaborasi Mengatasi Sekolah Kekurangan Siswa
• 7 jam lalu
0
thumb
Lansia Dijambret di CFD Rasuna Said, Pelaku Bercelurit Ditangkap, 1 Lainnya Kabur
• 15 jam lalu
0
thumb
[FULL] Peneliti Senior & Pengamat Militer soal Mojtaba Peringatkan AS, MoU Perdamaian Tak Berarti?
• 8 jam lalu
0
thumb
Selama 1 Minggu, Mobil Klinik Keliling di Jakarta Tangani 380 Hewan Peliharaan
• 10 jam lalu
0
thumb
Tiga Pemuda di Ngawi Ditangkap, Diduga Rudapaksa Dua Anak Bawah Umur
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.