Hotman Paris Sesumbar Tak Butuh Bayaran dari Febrie Adriansyah karena Tarifnya Super Mahal

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah, yang terseret kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hotman pun membeberkan alasannya menjadi kuasa hukum Febrie Adsiansyah. Menurutnya bukan semata-mata karena uang atau sekadar mencari muka.

Hal itu disampaikan Hotman kepada media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, pada Jumat (17/7/2026) malam. 

Hotman menyebut kalau eks Jampidsus tersebut kriminalisasi. Bahkan ia mengaku tak mengharapkan uang dari Febrie, karena ia merupakan konglomerat.

Tim kuasa hukum eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memberikan keterangan pers dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Nadia Putri Rahmani

"Jangan tanya saya cari muka, saya tidak butuh uang lagi. Dan semua klien saya konglomerat, tanya semuanya," kata Hotman kepada wartawan.

Tuduhan terhadap Febrie menurut Hotman, jauh daripada kebenaran. 

“Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal, saya bayarannya super mahal di Indonesia,” ujar Hotman.

Hotman lalu membeberkan alasannya mau turun tangan membela Febrie. Dia membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto, yang diakuinya sebagai klien setianya selama puluhan tahun.

"Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar beliau, termasuk adiknya Pak Hashim, saya yang pegang. Bahkan waktu beliau Menhan pun saya sering diminta (bantuan hukum) tanpa dibayar," ungkap Hotman.

Karena itu, dia mengaku merasa miris melihat kondisi Febrie saat ini. Baginya, Febrie adalah sosok berprestasi yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo karena berhasil menyelamatkan aset negara dalam jumlah fantastis.

"Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp300 triliun. Total Rp430 triliun kembali ke negara. Bayangkan, orang yang jadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa pamit sama Presiden," katanya.

Hotman menyadari keputusannya membela Febrie bisa memicu pro dan kontra di kalangan pengikutnya di media sosial. Sebab, selama ini, Hotman dikenal kerap membela rakyat kecil.

"Bagi followers saya yang merasa, kok Hotman jadi begini, silakan, saya ambil risiko itu. Tapi di mana logikanya, seorang bawahan Presiden justru mentersangkakan dan mempermalukan bawahan lain yang adalah kebanggaan Presiden? Anda jawab sendiri, ada apa?" pungkasnya. (muu)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Chelsea Islan Umumkan Kelahiran Putri Pertama
• 9 jam lalu
0
thumb
450 Warga Mengungsi dan 60 Orang Terjebak Banjir Agam
• 9 jam lalu
0
thumb
Tingkatkan Mutu Kakao dengan Fermentasi Bakteri Asam Laktat
• 7 jam lalu
0
thumb
Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
• 19 jam lalu
0
thumb
Badris: Semua Peserta Padel REI Merdeka Dapat Medali, Dukungan Perbankan Terus Mengalir
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.