WAMENA, KOMPAS.TV – Bupati Jayawijaya, Papua Pegunungan, Atenius Murib, meminta dukungan dari TNI dan Polri untuk menertibkan warga yang membawa senjata tajam (sajam) dan alat perang di dalam Kota Wamena.
Atenius mengatakan, masyarakat tidak boleh lagi membawa sajam dan alat perang di dalam Kota Wamena. Hal itu demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di daerah ini.
"Kami minta dukungan kepada TNI dan Polri untuk membantu menertibkan masyarakat untuk tidak lagi membawa alat sajam dan perang di dalam Kota Wamena, karena membawa dampak negatif terhadap situasi yang telah kondusif di sini," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026), seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Pemprov Papua Pegunungan Fasilitasi Penyelesaian Perang Suku di Wamena
Larangan membawa sajam dan alat perang tersebut, kata dia, demi mencegah terjadinya perang antarsuku yang kerap terjadi di Kota Wamena dan sekitarnya.
Atenius juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, TNI dan Polri, melainkan seluruh elemen masyarakat.
"Keamanan dan ketertiban Kota Wamena menjadi tanggung jawab bersama, sehingga dari hal-hal kecil harus dijaga supaya tidak membesar menjadi sesuatu yang nantinya berdampak kepada semua orang," tegasnya.
Ia berharap personel TNI dan Polri terus mengimbau masyarakat di 328 kampung dan empat kelurahan di Jayawijaya untuj menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
"Keamanan baik maka seluruh aktivitas masyarakat seperti pergi ke kantor, ke sekolah, ke puskesmas, rumah sakit, ke pasar dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat," bebernya.
Baca Juga: Khawatir Perang Suku di Wamena Meluas, Ratusan Warga Jayapura Pilih Mengungsi | KOMPAS PETANG
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- bupati jayawijaya
- perang suku
- wamena
- cegah perang suku
- perang antarsuku





Komentar (0)