Bahlil buka Musda XI DPD I Partai Golkar Sulsel di Makassar

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Makassar (ANTARA) - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia akhirnya menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang sebelumnya sempat tertunda, di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Musda itu adalah forum pengambilan keputusan tertinggi pada tingkat daerah. Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih Ketua DPD Partai Golkar," katanya di hadapan seribuan kader di Makassar, Sabtu.

Ia menekankan konsolidasi adalah kunci utama mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel.

Sebab, dominasi Partai Golkar dulunya di Sulsel sebagai lumbung suara utamanya di Kawasan Timur Indonesia, namun tergerus oleh partai lain pada Pemilu 2024.

Oleh karena itu, ia meminta agar kepengurusan yang baru nantinya terbentuk segera bergerak menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab) di DPD II kabupaten kota serta meneruskan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa.

"Saya meminta nanti setelah Musda selesai, dilaksanakan Muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh," paparnya.

Bahlil Lahadalia yang juga Menteri ESDM ini menyinggung pemberian hak diskresi kepada calon Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin disapa akrab Aco untuk maju bahwa pemberian hak spesial merupakan hak prerogatif Ketua Umum Golkar yang diatur dalam aturan partai.

Bahlil menjelaskan Partai Golkar memiliki Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO) Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak dan Juknis) yang mengatur seluruh mekanisme kepartaian.

"Banyak orang mengatakan kepada saya, Pak Aco pernah pindah partai. Partai Golkar adalah partai yang dewasa, partai yang penuh dengan fatsun, mekanisme, serta aturan-aturan kepartaian. Kalau sudah merasa, sekalipun sudah hijrah, cek di rumah (partai) lain tapi tidak pas, mungkin balik lagi, kita buka pintu, tidak masalah," tuturnya.

Menurutnya, pemberian diskresi kepada Ilham meski pernah keluar dari partai tersebut dan kembali lagi, dalam aturan kepartaian sangat memungkinkan karena diatur dalam AD/ART serta ada hak Ketum yang melekat termasuk menilai kesungguhan Ilham mengembalikan kejayaan Partai Golkar.

"Kepergiannya dahulu merupakan dinamika politik yang lumrah. Begitu mau kembali, ada aturan yang memungkinkan untuk bisa. Aturan itu disebut dengan diskresi, dan itu dibenarkan dalam Anggaran Dasar yang namanya hak prerogatif ketua umum. Jadi, Pak Aco (pindah) pergi, mungkin liat-liat dulu, waktu itu mungkin mencari udara segar, ya tidak apa-apa," ucapnya.



Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (tengah) didampingi jajaran pengurus DPP dan DPD Golkar menjawab pertanyaan wartawan usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (18/7/2026). ANTARA/Darwin Fatir. Bahlil juga menyebut sudah lama mengenal Ilham selain menjabat Wali Kota Makassar dua periode, juga memiliki pengalaman panjang di tubuh Partai Golkar.

Ilham yang pernah menjadi Ketua AMPI dan Ketua Golkar Sulsel sehingga ia menilai sosoknya mampu mengembalikan suara Partai Golkar dan menambah perolehan kursi pada Pemilu 2029.

Selain itu, Partai Golkar adalah partai pendukung pemerintah sejak dulu sampai sekarang dan bukan menjadi partai oposisi.

Walaupun dulunya banyak kader mumpuni di dalam tubuh Partai Golkar, namun banyak yang hengkang membuat partai baru seperti Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Demokrat dan Partai Hanura, tetapi Partai Golkar tetap kokoh dan konsisten menjalankan amanah konstitusi.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) DPD I Partai Golkar Sulsel Muhidin M. Said menyampaikan, dengan dilaksanakannya Musda XI Partai Golkar Sulsel ini maka tugasnya telah selesai setelah berjibaku selama delapan bulan menjalankan tugas.

Ia berharap Ketua DPD Golkar Sulsel yang terpilih segera bergerak memperkuat jaringan dan mengembalikan nama besar serta lebih berpengaruh.

Sebelumnya, Musda Golkar Sulsel sedianya akan bertarung dua kandidat yakni Ilham Arief Sirajuddin dengan Munafri Arifuddin menjabat Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar. Namun belakangan Munafri Arifuddin disapa akrab Appi tidak menghadiri Musda karena melaksanakan umrah. Sehingga, hampir dipastikan Ilham akan terpilih secara aklamasi karena menyandang calon tunggal.

Baca juga: Bahlil ingatkan seluruh kader Golkar untuk jaga keutuhan partai

Baca juga: Bahlil tekankan soliditas partai di Musda Golkar Sulut

Baca juga: Bahlil tegaskan Golkar konsisten dukung pemerintahan Prabowo-Gibran


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Potret Pemukiman Tertimbun Tebing Longsor, Korban Jiwa Berjatuhan
• 14 jam lalu
0
thumb
Forkom Deklarasikan Dukungan untuk Deng Ical sebagai Ketua IKA Spensa Makassar
• 7 jam lalu
0
thumb
Aksi Nyata Polres Pelabuhan Makassar, Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
• 23 jam lalu
0
thumb
Astra Perkuat Desa Sejahtera Bugisan sebagai Destinasi Wisata Candi Plaosan Berbasis Budaya
• 7 jam lalu
0
thumb
Fakta-Fakta Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Tiga Perkara dari Polri ke Kejagung
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.