Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi dari berbagai daerah, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat mengubah cara pandang terhadap koperasi. Menurutnya, koperasi bukan sekadar wadah ekonomi masyarakat kecil, melainkan instrumen penting untuk membangun kekuatan ekonomi nasional melalui semangat gotong royong.
Presiden menggunakan filosofi sapu lidi untuk menggambarkan pentingnya persatuan dalam gerakan koperasi. Ia menilai individu mungkin memiliki keterbatasan, tetapi ketika bersatu dalam koperasi akan terbentuk kekuatan ekonomi yang besar.
"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, Saudara-saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," ujar Presiden Prabowo, mengutip keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui penguatan koperasi. Pemerintah menilai model usaha berbasis anggota memiliki potensi besar untuk memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga perputaran modal tetap berada di dalam negeri.
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN), Bambang Haryadi, menyebut kehadiran Presiden dalam peringatan Harkopnas menjadi momentum penting bagi gerakan koperasi nasional.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap koperasi saat ini berbeda dibandingkan beberapa dekade terakhir.
"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.
Bambang juga menilai masih banyak anggapan keliru yang berkembang mengenai koperasi. Ia mencontohkan sejumlah institusi besar di dunia yang menggunakan sistem koperasi sebagai model pengelolaannya.
"Stigma koperasi selama ini dinilai sebagai alat ekonomi kuno dan kecil, sangat tidak relevan dan salah besar. Kami contohkan klub-klub sepakbola besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen dikelola dengan sistem koperasi. Bahkan salah satu bank terbesar di Belanda, Rabobank, dimiliki oleh koperasi. Untuk itu kami yakin, koperasi akan bangkit kembali di era kepemimpinan Bapak," tegasnya.





Komentar (0)