TABLOIDBINTANG.COM - Siloam International Hospitals menandai satu tahun pengembangan layanan bedah robotik dengan mempercepat adopsi teknologi bedah presisi di Indonesia melalui penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Siloam menghadirkan layanan bedah berstandar global agar masyarakat tak lagi harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Hingga pertengahan 2026, Siloam telah mengoperasikan tujuh sistem bedah robotik di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk berbagai bidang, mulai dari ortopedi, urologi, bedah digestif, hingga neurologi.
CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady dalam sambutannya pada pembukaan Siloam Robotic Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (18/7) pagi, mengatakan, dalam setahun terakhir perusahaan tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga membangun ekosistem agar manfaat bedah robotik benar-benar dirasakan pasien.
"Dalam satu tahun terakhir, kami tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujar Caroline
"Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan," tambahnya.
Menurutnya, transformasi layanan kesehatan hanya dapat tercapai ketika inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan konsisten menghasilkan luaran klinis yang lebih baik.
Pemulihan Lebih Cepat, Risiko Komplikasi Menurun
Sejumlah studi internasional menunjukkan bedah robotik menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan metode konvensional.
Penggunaan sistem Da Vinci Xi dikaitkan dengan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat, risiko komplikasi pascaoperasi 44 persen lebih rendah, hingga penurunan risiko kematian dalam 30 hari sebesar 46 persen.
Di Siloam Hospitals Kebon Jeruk yang kini menjadi Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery, lebih dari 100 prosedur bedah robotik telah dilakukan sejak 2025 dengan dukungan 10 dokter bedah robotik tersertifikasi.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals dr. Grace Frelita dalam keterangannya kepada awak media mengungkapkan, hasil evaluasi internal melalui Siloam Knee Arthroplasty Registry juga menunjukkan manfaat yang terukur.
"Pasien yang menjalani prosedur robotik menunjukkan pemulihan lebih cepat dengan rata-rata lama rawat inap 4,5 hari dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional," beri tahu dr. Grace.
"Dari sisi presisi, hampir seluruh prosedur robotik yang dievaluasi mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan dr. Yanti Herman mengapresiasi langkah Siloam dalam memperkuat ekosistem bedah robotik nasional.
"Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Robotic Summit 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan dan hasil klinis pasien di Indonesia," ucap dr. Yanti.
Melalui Siloam Robotic Summit 2026 yang menghadirkan lebih dari 30 ahli bedah, dokter spesialis, akademisi, dan pakar teknologi medis dari berbagai negara, Siloam berharap transfer pengetahuan dan kolaborasi internasional dapat mempercepat adopsi bedah robotik berstandar global sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia memperoleh layanan bedah yang lebih presisi, aman, dan minim invasif.





Komentar (0)