Oslo: Lebih dari 400 warga dievakuasi setelah kebakaran besar melanda kawasan permukiman di tenggara Norwegia.
Kebakaran tersebut menghancurkan lebih dari 100 rumah, sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api hingga Sabtu, 18 Juli 2026.
Dikutip dari Anadolu Agency, otoritas setempat menyatakan kebakaran bermula dari sebuah rumah deret di kawasan Krokstadelva, Drammen, pada Jumat sore. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya serta kawasan hutan.
Kepolisian Distrik South-East menyebut kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali. Meski demikian, risiko api menjalar ke permukiman lain telah berkurang, sebagaimana dilaporkan penyiar publik Norwegia, NRK.
Petugas pemadam masih menangani sejumlah titik api dan bara yang tersisa di berbagai lokasi terdampak.
Selama 24 jam terakhir, sekitar 100 personel dari 10 layanan pemadam dan penyelamatan serta 17 pos pemadam telah diterjunkan untuk menangani kebakaran. Sebanyak 12 mobil pemadam masih berada di lokasi dengan dukungan angkatan bersenjata, pertahanan sipil, dan kepolisian.
Direktorat Perlindungan Sipil Norwegia (DSB) mengerahkan enam helikopter pemadam untuk membantu operasi pemadaman, sementara tujuh helikopter lainnya disiagakan di wilayah selatan negara itu.
Menurut DSB, helikopter-helikopter tersebut telah menjatuhkan sekitar 800.000 liter air ke area yang terdampak kebakaran.
Direktur DSB Lars Jacob Hiim menyebut peristiwa tersebut sebagai kebakaran terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern Norwegia untuk jenis kejadian serupa.
Ia mengatakan hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban yang mengalami luka berat. Upaya Pemadaman Otoritas setempat juga memastikan tidak ada laporan mengenai warga yang hilang akibat kebakaran tersebut.
Meski demikian, dua orang menjalani perawatan di rumah sakit akibat menghirup asap, termasuk seorang anggota pertahanan sipil. Seorang petugas pemadam mengalami luka ringan, sementara delapan personel kepolisian juga mengalami gangguan akibat menghirup asap selama operasi berlangsung.
Wali Kota Drammen Kjell Arne Hermansen menyebut insiden tersebut sebagai sebuah "bencana." Menurutnya, sekitar 400 warga yang dievakuasi telah terdaftar di pusat evakuasi milik pemerintah daerah.
Sebagian pengungsi ditempatkan di Hotel Scandic Ambassadeur dan sejumlah hotel lain di kota tersebut, sementara lainnya memilih tinggal bersama kerabat atau teman.
Pejabat pemadam kebakaran menyatakan saat ini tidak ada risiko api merambat ke bangunan lain, meskipun beberapa kebakaran hutan masih terjadi di kawasan sekitar. Tim pemadam sempat menghentikan operasi di beberapa titik pada malam hari akibat petir dan badai.
Otoritas setempat berharap prakiraan hujan lebat pada Sabtu dapat membantu mempercepat proses pemadaman.
Baca juga: Kebakaran Hutan Besar Berkobar Dekat Paris di Tengah Gelombang Panas





Komentar (0)