jpnn.com, MERAUKE - Plt Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah menggemakan semboyan 'Izakod Bekai Izakod Kai' saat membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR 2026 Tingkat Provinsi Papua Selatan di Hotel Halogen, Kelapa Lima, Merauke, Sabtu (18/7).
Semboyan itu mengilhami pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR sebagai kegiatan rangkaian dalam menyambut HUT Ke-81 Republik Indonesia.
BACA JUGA: Buka LCC 4 Pilar MPR Tingkat Papua Barat Daya, Robert Joppy Ajak Teladani Frans Kaisiepo
Siti Fauziah mengungkapkan 'Izakod Bekai Izakod Kai' adalah semboyan khas Kabupaten Merauke, Papua Selatan yang berasal dari Suku Marind.
BACA JUGA: Gelar FGD, MPR Bahas Ketidaksesuaian Pelaksanaan Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Pemda
Plt Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah. Foto: Dokumentasi Humas MPR RIArtinya adalah 'Satu Hati, Satu Tujuan' atau 'Satu Jiwa Satu Tujuan'.
“Izakod Bekai Izakod Kai. Apalagi perwakilannya itu banyak dari mana-mana, ada Merauke, Mappi, Asmat, Boven Digoel. Tapi tetap hidup rukun. Ini adalah bukti empat pilar sudah mendarah daging dan semoga ini bisa diamalkan terus dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Siti Fauziah.
BACA JUGA: Selat Hormuz Memanas, Waka MPR Eddy Ingatkan Ancaman bagi Pasokan Energi Global
Siti Fauziah juga mengingatkan para peserta untuk tidak terburu-buru dalam menjawab pertanyaan jika soal disampaikan belum lengkap oleh MC.
Dia juga bangga dengan sembilan sekolah yang berhasil lolos hingga ke seleksi tingkat provinsi dari tingkat kabupaten.
Sembilan sekolah tersebut, yaitu SMA Negeri 1 Merauke; SMA Negeri 2 Merauke; SMA Negeri 3 Merauke; SMA Negeri 1 Kurik; MA Al-Munawwaroh; SMA Plus Muhammadiyah Merauke; SMA Negeri 1 Muting; SMA YPPK Yaades XXIII Merauke; dan SMA Yapis 1 Merauke.
“Lomba ini bukan hanya cepat memencet ya, tapi cepat, tepat dan cermat, sebab kadang-kadang banyak yang buru-buru pencet soal belum selesai akhirnya menyesal. Jadi artinya jangan sampai buru-buru pencet padahal soal belum selesai,” tuturnya.
Lanjut Siti Fauziah mengatakan, pemenang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat provinsi Papua Selatan akan bertanding di tingkat nasional di Jakarta pada Agustus mendatang.
Karena itu, dia tidak hanya membawa nama sekolah saja, melainkan membawa nama Papua Selatan.
“Artinya nanti yang mewakili harus belajar lagi dan yang tidak ke Jakarta, mendukung sekolah yang mewakili ke Jakarta. Lomba ini dapat menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mempererat kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Siti Fauziah yang juga mengapresiasi seluruh pihajk yang mempersiapkan ajang ini dengan baik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Marteh Rummar menyambut antusias pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR ini.
Dia juga menekankan semboyan 'Izakod Bekai Izakod Kai' selain bermaknakan 'Satu Hati, Satu Tujuan', namun juga menjadi semangat dalam membangun Papua Selatan.
“Dengan hangat kita di hari ini terimalah salam kami salam orang Merauke, ‘Izakod Bekai Izakod Kai’. Satu hati, satu tujuan membangun Kota Merauke dan juga membangun Provinsi Papua Selatan,” kata Marteh Rummar yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan.
Menurutnya, semangat pembangunan ini sendiri bercermin melalui pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR yang membawa semangat nasionalisme bagi generasi muda, memacu persaingan sehat untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik bagi yang mewakili di tingkat nasional.
“Artinya bahwa di hari ini siapapun yang akan terpilih bukan karena ada faktor tertentu tapi yang terpilih nanti adalah yang terbaik dari yang terbaik. Hari ini kalian hadir untuk mewakili sekolah-sekolah. Ketika Anda akan mewakili Provinsi Papua Selatan, Itu berarti sudah membawa nama baik Provinsi Papua Selatan ke tingkat nasional,” tuturnya.
Dia menuturkan, ajang LCC Empat Pilar MPR RI ini juga membawa semangat bagi pihaknya untuk lebih digaungkan, sekaligus meningkatkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) terhadap para siswa/i di seluruh sekolah provinsi Papua Selatan.
“Lomba ini kita gaungkan sehingga sebanyak mungkin yang hadir untuk ikut lomba. Kabupaten Merauke sendiri kurang lebih 20 SMA dan SMK. Begitu pula dengan kabupaten lain, kita masukkan sebagai bagian terpenting dalam mata pelajaran PKN. Ke depan lomba kita itu akan lebih ketat dan juga yang terpilih nanti itu mungkin yang sangat-sangat luar biasa,” tandasnya.
Hadir dalam ajang ini, yaitu Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen MPR Triyatni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Adi Christianto Depparinding, Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setjen MPR Kartika Indriati Sekarsari.
Turut serta juga dewan juri daerah dari para akademisi, yaitu Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke Julianto Jover Jotam Kalalo, Asisten Ahli Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke Anton Johanis Silubun, dan Lektor Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke Yuldiana Zesa Asis. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... FGD di Padang, MPR Soroti Urgensi Amendemen UUD 1945 hingga Tata Kelola Dana Umat
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi





Komentar (0)