Jaga Pesisir, Pertamina Trans Kontinental Bersih-Bersih Pantai Tangkoko Bitung

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggelar Coastal Cleanup di Pantai Tangkoko, Batuputih, Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Sabtu (18/7). Kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Acara itu dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, perusahaan di lingkungan Pertamina Group, komunitas Sea Soldier, hingga siswa sekolah dasar di sekitar Pantai Tangkoko.

“Ini bersih-bersih pantai dibantu juga dengan adik-adik di sini, dari SD sekitar pantai (Tangkoko). Tujuannya adalah menjaga kelestarian pantai dan untuk memberikan edukasi bahwa kelestarian lingkungan ini penting untuk membuat keberlanjutan hidup,” kata Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, di sela-sela gelaran Coastal Cleanup.

Menurut Eko, PTK sengaja memilih Pantai Tangkoko sebagai lokasi program tahun ini karena kawasan tersebut memiliki nilai ekologis yang tinggi, sekaligus menjadi kawasan strategis bagi operasional Pertamina Group.

Dia menjelaskan, Tangkoko merupakan bagian dari garis Wallace yang memiliki keanekaragaman hayati khas, seperti satwa endemik tarsius dan yaki. Selain itu, wilayah tersebut juga berada di kawasan Coral Triangle atau segitiga karang dunia yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman terumbu karang dunia.

Kawasan itu pun berdekatan dengan Integrated Terminal Bitung yang dikelola Pertamina Patra Niaga, dan PTK turut berperan dalam mendukung aktivitas logistik energi.

“(Targetnya) menjaga lingkungan pantai harus kita lakukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis yang ada di sekitar pantai, seperti pariwisata maupun untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar pantai,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Audy Lengkong, mengapresiasi inisiatif PTK yang melibatkan masyarakat dan pelajar dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Menurut dia, upaya tersebut penting, dikarenakan perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global yang juga dirasakan daerah pesisir seperti Kota Bitung.

“Ada triple planetary crisis salah satunya perubahan iklim, apalagi di Bitung ini, kita ada gunung, ada kontinennya, ada selatnya, kita ada pulaunya. Itu luar biasa suatu kota. Jadi itu yang membuat ciri khas Kota Bitung menjadi sangat istimewa,” jelasnya.

Audy menilai edukasi kepada anak-anak menjadi langkah penting agar kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini.

“Kalau sejak dini diingatkan, disampaikan, diedukasi, saya kira penting untuk ke depan. Karena siapa lagi yang akan menjaga pantai ini,” ucapnya.

Program Coastal Cleanup telah dijalankan perusahaan secara konsisten sejak 2023. Diawali di kawasan Tanjung Mas, Semarang, kemudian berlanjut ke Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Teluk Penyu, Cilacap, dan tahun ini di Pantai Tangkoko.

Selama 2023 hingga 2025, PTK mencatat program Coastal Cleanup berhasil mengumpulkan 37,82 ton sampah di kawasan pesisir dengan melibatkan sedikitnya 3.972 relawan.

PTK memperkirakan aksi tersebut berkontribusi terhadap potensi pengurangan emisi karbon sebesar 31,4 ton CO₂e, atau setara emisi yang dihasilkan sekitar 68 keluarga dalam satu tahun.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenekraf-Kedubes AS tingkatkan kolaborasi dalam industri gim
• 4 jam lalu
0
thumb
Identitas 3 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Senjata di Yahukimo, Salah Satunya Roni Rubis
• 8 jam lalu
0
thumb
MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Tetap Melayani meski Tak Selalu Dilihat
• 51 menit lalu
0
thumb
Kubu Don Ritto Klaim Pengurusan Rumah Febrie di Sentul untuk Operasional Yayasan
• 20 jam lalu
0
thumb
Serentak di 131 Titik, BRI Hadirkan KKB Expo dengan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.