Sinergi Dua Kekuatan Asia: Indonesia dan India Rajut Kemitraan Strategis

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 menandai momen penuh gairah diplomatik, di mana Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Adipurna, penghargaan sipil tertinggi Republik Indonesia, kepada Modi sebagai simbol persahabatan panjang kedua bangsa.

Pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa tanggal 7 Juli 2026 ini disebut Prabowo sebagai tonggak bersejarah yang mencerminkan komitmen kedua negara memajukan kemitraan strategis komprehensif melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan. (en.antaranews.com) (setneg.go.id)

Di sektor ekonomi, kedua pemimpin sepakat mendorong percepatan Indonesia–India Preferential Trade Agreement (PTA), sementara peninjauan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) juga terus dilakukan. Langkah ini selaras dengan visi besar kedua negara, yakni Viksit Bharat 2047 milik India dan Indonesia Emas 2045, yang keduanya melihat integrasi ekonomi lebih dalam sebagai kunci membuka peluang pertumbuhan baru. (rri.co.id) (pmindia.gov.in)

Yang paling dinanti masyarakat adalah rencana integrasi sistem pembayaran digital. Jika berhasil diimplementasikan, kode QR Indonesia (QRIS) dapat digunakan bertransaksi di India, sementara Unified Payments Interface (UPI) milik India dapat digunakan di Indonesia. Modi sendiri menyambut baik rencana ini, menyebutnya sebagai penguat hubungan antarmasyarakat sekaligus pendorong transaksi ekonomi kedua negara. Target integrasi ini ditetapkan rampung akhir 2026. (en.antaranews.com)

Kunjungan ini juga menghasilkan enam belas dokumen kerja sama, mulai dari kontrak pengadaan rudal jelajah BrahMos hingga kerja sama pendidikan tinggi, menjadikannya salah satu lawatan paling produktif sejak Kemitraan Strategis Komprehensif ditandatangani 2018. Di Yogyakarta, kedua pemimpin juga mengawali restorasi Kompleks Candi Prambanan, situs warisan dunia UNESCO, memperkuat dimensi budaya hubungan bilateral. (en.antaranews.com) (pmindia.gov.in)

Opini: peluang besar, tantangan implementasi

Dapat dilihat percepatan PTA dan integrasi QRIS-UPI berpotensi menjadi game changer bagi UMKM dan sektor pariwisata kedua negara, transaksi lintas batas yang lebih murah dan cepat bisa mendorong arus wisatawan India yang jumlahnya terus tumbuh.

Namun, keberhasilan PTA sangat bergantung pada kemauan politik menuntaskan isu tarif sensitif yang selama ini kerap jadi ganjalan negosiasi ASEAN-India. Integrasi pembayaran digital juga menuntut harmonisasi regulasi keamanan siber dan perlindungan data, bila lengah justru bisa membuka celah baru bagi penipuan lintas negara.

Bagi Indonesia, kemitraan ini juga strategis untuk diversifikasi mitra dagang di tengah ketidakpastian geopolitik global, asalkan implementasinya dikawal serius, bukan sekadar seremoni penandatanganan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejahatan SDA-LH Makin Terorganisir, Dirtipidter Bareskrim Polri Ingatkan Kolaborasi Aparat Hukum
• 21 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Chiapas, Presiden Meksiko Kerahkan Petugas
• 10 jam lalu
0
thumb
Kabar Terbaru Kasus Ilegal Akses CCTV, Inara Rusli Sebut Gelar Perkara Akan Dilakukan Minggu Depan
• 6 jam lalu
0
thumb
Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
• 20 jam lalu
0
thumb
Prediksi Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Duel Messi Kontra Yamal
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.