B50 Indonesia yang Berpotensi Pangkas Pasokan Ekspor Sawit, Malaysia Bidik Peluang Perluas Pasar

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia diperkirakan akan mengubah peta perdagangan minyak sawit dunia. 

Meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk pasar domestik berpotensi memangkas pasokan ekspor Indonesia, sehingga membuka peluang bagi Malaysia untuk memperluas pangsa pasar di sejumlah negara pengimpor.

Chief Executive Officer Malaysian Palm Oil Council (MPOC) Belvinder Sron menilai kebijakan B50 akan meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri Indonesia dan pada saat yang sama mengurangi volume yang tersedia untuk pasar internasional.

Situasi tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan Malaysia sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua dunia untuk memperkuat posisinya sebagai pemasok alternatif.

"Sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia dan bersama Indonesia menyumbang sekitar 85% ekspor minyak sawit global, Malaysia merupakan sumber alternatif yang alami bagi importir yang ingin mengamankan pasokan yang andal," ujarnya, dilansir Bernama, Sabtu (16/7/2026).

Belvinder memperkirakan implementasi penuh B50 akan membutuhkan tambahan sekitar 3 juta ton minyak sawit per tahun. Dengan demikian, kebutuhan minyak sawit untuk program biodiesel Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 16 juta ton, sementara total konsumsi domestik diperkirakan mencapai sekitar 26 juta ton.

Baca Juga

  • Industri Sawit Berkelanjutan, Paser Kejar Sertifikasi ISPO
  • Ekspor Sawit Kuartal III/2026 Diramal Anjlok 48% Dampak B50

Jika mengacu pada produksi minyak sawit Indonesia sepanjang 2025, kebutuhan tersebut setara dengan sekitar 52% total produksi nasional. Artinya, hanya sekitar 48% produksi yang tersisa untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Menurut Belvinder, komposisi tersebut menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan ketika Indonesia masih menerapkan mandatori B20 pada 2019. Pada periode itu, sekitar 68% produksi minyak sawit nasional masih dialokasikan untuk pasar ekspor, sedangkan sisanya diserap pasar domestik.

Dia menilai pergeseran tersebut mulai tercermin dalam perdagangan minyak nabati global. Pangsa minyak sawit dalam perdagangan minyak dan lemak dunia tercatat turun dari sekitar 56% pada 2019 menjadi sekitar 49% pada 2025, seiring meningkatnya pemanfaatan minyak sawit untuk kebutuhan energi di dalam negeri Indonesia.

Pemerintah Indonesia sendiri mulai memberlakukan mandatori B50 pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut mewajibkan pencampuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% ke dalam bahan bakar solar, meningkat dari ketentuan sebelumnya sebesar 40%.

Selain berpotensi mengalihkan sebagian permintaan ekspor ke Malaysia, meningkatnya konsumsi domestik Indonesia juga diperkirakan menjadi faktor penopang harga crude palm oil (CPO).

Belvinder mengatakan peningkatan mandatori biodiesel menciptakan dukungan struktural terhadap harga CPO karena lebih banyak minyak sawit diserap pasar domestik sehingga pasokan untuk ekspor menjadi lebih terbatas.

Meski demikian, dia mengingatkan pergerakan harga CPO tetap dipengaruhi berbagai faktor global, seperti perkembangan produksi minyak kedelai dan minyak nabati lainnya, harga energi, kondisi geopolitik, hingga kebijakan perdagangan di negara-negara konsumen utama.

Untuk paruh kedua 2026, MPOC memproyeksikan harga CPO berada pada kisaran 4.300—4.700 ringgit per ton. Proyeksi tersebut didukung oleh potensi berkurangnya pasokan dari Indonesia serta meningkatnya risiko cuaca akibat El Nino.

Namun, kenaikan harga diperkirakan masih akan tertahan oleh tingginya stok minyak nabati di negara importir utama, seperti China dan India. Di samping itu, pelemahan harga gasoil juga dinilai mengurangi daya tarik ekonomi penggunaan biodiesel dibandingkan periode sebelumnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Lepas Pantai Chiapas Meksiko
• 16 jam lalu
0
thumb
Denis Kolinger Ungkap Kesan Pertama Dilatih Shin Tae-yong di Persija Jakarta: Dia Sangat Profesional
• 20 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Pastikan Pelimpahan Don Ritto ke Kejagung Sesuai Mekanisme
• 22 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Akan Kurangi Anggaran TNI-Polri untuk Atasi Kemiskinan dan Kelaparan
• 21 jam lalu
0
thumb
Dari Runway ke Piano, Arsyilla Friska Terus Asah Bakat di Berbagai Bidang
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.