Surabaya – Industri estetika Indonesia tengah memasuki babak baru. Jika beberapa tahun lalu prosedur bedah menjadi pilihan utama untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, kini tren bergeser menuju perawatan non-invasif yang menawarkan hasil lebih alami, minim rasa sakit, dan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Perubahan perilaku konsumen itu bukan tanpa alasan. Masyarakat modern, terutama kelompok usia produktif, semakin menginginkan perawatan wajah yang efektif tetapi tetap praktis. Di tengah tren tersebut, Profira Clinic meluncurkan Profira XERF, teknologi Dual Monopolar Radio Frequency yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di dunia dengan kemampuan menghasilkan efek lifting dan tightening dalam satu kali treatment.
Peluncuran dilakukan melalui rangkaian press conference, talkshow, dan live demonstration di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (17/7), yang dihadiri dokter estetika, praktisi kecantikan, media, serta para tamu undangan.
Bagi Profira, kehadiran XERF bukan sekadar memperkenalkan alat baru, melainkan bagian dari strategi menghadirkan layanan estetika berteknologi tinggi yang semakin dibutuhkan masyarakat Indonesia.
“Kami bangga menjadi salah satu klinik di Indonesia yang menghadirkan Profira XERF. Kehadiran teknologi ini memperkuat komitmen kami sebagai klinik estetika yang terus menghadirkan inovasi dengan standar internasional,” ujar dr. Ruth Julyana, Director of Profira Clinic.
Pasar Estetika Terus BertumbuhPeluncuran XERF datang pada saat industri estetika global menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat.
Laporan Grand View Research memperkirakan pasar non-invasive aesthetic treatment akan terus bertumbuh dengan laju dua digit setiap tahun hingga awal dekade berikutnya. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, bertambahnya populasi usia produktif, serta berkembangnya teknologi estetika yang semakin aman.
Sementara itu, data International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menunjukkan bahwa prosedur estetika non-bedah kini tumbuh lebih cepat dibanding tindakan operasi plastik. Konsumen cenderung memilih prosedur yang memberikan hasil alami tanpa harus menjalani masa pemulihan yang panjang.
Fenomena tersebut juga mulai terlihat di Indonesia. Klinik estetika tidak lagi hanya bersaing pada jumlah layanan, tetapi juga berlomba menghadirkan teknologi terbaru sebagai nilai tambah bagi pasien.
Mengapa Kulit Mulai Mengendur?Secara medis, tanda-tanda penuaan mulai muncul sejak usia pertengahan 20-an ketika produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun sekitar satu persen setiap tahun.
Kolagen merupakan protein utama yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Ketika produksinya berkurang, kulit perlahan kehilangan kekencangan sehingga muncul garis halus, kerutan, dan kontur wajah mulai turun.
Di sinilah teknologi berbasis Radio Frequency (RF) bekerja.
Energi RF akan menghasilkan panas terkontrol di jaringan kulit sehingga merangsang pembentukan kolagen baru. Berbeda dengan prosedur bedah yang mengangkat jaringan secara langsung, radio frequency memanfaatkan kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki struktur kulit.
Apa yang Berbeda dari XERF?Teknologi radio frequency sebenarnya telah lama digunakan dalam dunia estetika. Namun Profira XERF menawarkan pendekatan berbeda.
Jika sebagian besar perangkat radio frequency bekerja menggunakan satu frekuensi, XERF menggabungkan dua frekuensi sekaligus, yakni 6,78 MHz dan 2 MHz.
Menurut Profira, kombinasi tersebut memungkinkan energi menjangkau dua lapisan kulit secara bersamaan.
Frekuensi yang lebih tinggi bekerja pada lapisan kulit bagian atas untuk membantu memperbaiki tekstur sekaligus mengencangkan kulit (tightening).
Sementara frekuensi yang lebih rendah menghantarkan energi lebih dalam sehingga membantu menghasilkan efek pengangkatan jaringan (lifting).
Artinya, pasien dapat memperoleh dua manfaat dalam satu kali tindakan.
“Melalui Profira XERF, kami ingin menghadirkan solusi perawatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern akan treatment yang efektif dengan downtime minimal. Kami percaya inovasi terbaik bukan hanya menghadirkan teknologi tercanggih, tetapi juga memberikan hasil optimal dan meningkatkan kepercayaan diri pasien,” kata dr. Ruth.
Lebih Nyaman Tanpa Mengganggu AktivitasSelain mengedepankan hasil, Profira menaruh perhatian besar pada kenyamanan pasien.
Perangkat XERF dilengkapi sistem pendingin yang diklaim 12 kali lebih kuat, sehingga panas yang dihantarkan ke jaringan kulit tetap terasa nyaman.
Teknologi ini juga memiliki fitur Real-time Energy Customization, yakni kemampuan dokter menyesuaikan energi secara presisi sesuai kondisi kulit pasien selama tindakan berlangsung.
Keunggulan lainnya meliputi:
- hasil lifting dan tightening mulai terlihat setelah treatment;
- tindakan dilakukan tanpa anestesi;
- minim rasa sakit;
- tidak memerlukan masa pemulihan (no downtime);
- pasien dapat langsung kembali bekerja atau beraktivitas setelah prosedur selesai.
Bagi masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi, karakteristik tersebut menjadi nilai tambah karena tidak perlu mengalokasikan waktu khusus untuk proses pemulihan.
Inovasi Menjadi Kunci Persaingan Klinik EstetikaDalam beberapa tahun terakhir, persaingan industri klinik estetika di Indonesia semakin kompetitif.
Bukan hanya jumlah klinik yang bertambah, tetapi juga meningkatnya ekspektasi pasien terhadap kualitas layanan.
Konsumen kini tidak lagi sekadar mencari harga yang kompetitif, melainkan memperhatikan kredibilitas dokter, keamanan alat, kenyamanan tindakan, hingga teknologi yang digunakan.
Karena itu, investasi pada teknologi menjadi strategi penting bagi pelaku industri.
Masuknya perangkat generasi baru seperti XERF menunjukkan bahwa inovasi kini menjadi faktor pembeda utama dalam memenangkan persaingan.
Bagi Profira, menghadirkan teknologi berstandar internasional sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi perusahaan di segmen estetika premium yang terus berkembang.
Edukasi Tetap Menjadi PrioritasMeski menawarkan berbagai keunggulan, Profira mengingatkan bahwa tidak semua prosedur estetika cocok untuk setiap orang.
Setiap pasien tetap memerlukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kulit, menentukan indikasi tindakan, serta memilih terapi yang paling sesuai.
Melalui sesi presentasi dan demonstrasi langsung selama peluncuran XERF, Profira juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih prosedur yang dilakukan tenaga medis profesional menggunakan perangkat yang memenuhi standar keamanan.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa keberhasilan treatment tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga diagnosis, pengalaman dokter, dan penanganan yang tepat.
Momentum Perkenalkan Teknologi BaruSebagai bagian dari peluncuran XERF, Profira juga menggelar program Mid Year Sale pada 20–27 Juli 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk mencoba teknologi terbaru tersebut melalui berbagai penawaran khusus.
Namun di balik program promosi itu, peluncuran XERF mencerminkan sesuatu yang lebih besar: perubahan arah industri estetika menuju layanan yang semakin personal, berbasis teknologi, dan minim tindakan invasif.
Di tengah meningkatnya permintaan terhadap prosedur anti-aging non-bedah, kehadiran teknologi seperti XERF menunjukkan bahwa klinik estetika di Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti perkembangan global, tetapi mulai menghadirkan inovasi yang mampu bersaing dengan layanan berstandar internasional. Pada akhirnya, bagi konsumen, persaingan tersebut menjadi kabar baik karena menghadirkan lebih banyak pilihan perawatan yang mengutamakan efektivitas, keamanan, dan kenyamanan dalam satu layanan.






Komentar (0)