Bisnis.com, JAKARTA — PT Intra GolfLink Resorts Tbk. (GOLF) menyesuaikan target operasional proyek Luxury Boutique Hotel di kawasan Pecatu, Bali, yang dibiayai dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Semula ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026, hotel tersebut kini dijadwalkan beroperasi pada akhir 2027.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/7/2026), penyesuaian dilakukan setelah perseroan mengevaluasi perkembangan proyek, termasuk proses pemenuhan perizinan serta penyesuaian jadwal pembangunan.
Direktur Utama PT Intra GolfLink Resorts Tbk. Dwi Febri Astuti mengatakan perubahan tersebut hanya berkaitan dengan target waktu pelaksanaan proyek dan tidak mengubah rencana penggunaan dana IPO.
"Berdasarkan evaluasi terkini atas perkembangan pelaksanaan proyek, termasuk tahapan pemenuhan perizinan dan penyesuaian jadwal pembangunan, Perseroan menyesuaikan target waktu operasional hotel tersebut menjadi akhir tahun 2027," ujar Dwi dalam keterbukaan informasi, Jumat (17/7/2026).
Dia menegaskan penyesuaian jadwal tersebut tidak mengubah tujuan maupun alokasi penggunaan dana IPO sebagaimana telah diungkapkan dalam prospektus penawaran umum perdana saham. Perseroan juga memastikan proyek tetap berjalan dengan pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Menurut perseroan, penyesuaian target operasional hanya berdampak pada waktu penyelesaian dan pengoperasian proyek. Adapun perubahan tersebut tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Baca Juga
- Intra GolfLink (GOLF) Tadah Berkah Pelemahan Rupiah, Bidik Pendapatan Tumbuh 10%
- Intra Golflink (GOLF) Kaji Aksi Korporasi untuk Kejar Ketentuan Free Float 15%
- Intra Golflink (GOLF) Bagi Dividen Rp13,51 Miliar, Cum Date 7 Juli 2025
Sebelumnya, GOLF mengungkapkan tengah mengembangkan proyek hotel premium di kawasan New Kuta Golf, Bali. Untuk mendukung pengembangan proyek-proyeknya, termasuk di sektor perhotelan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp300 miliar pada 2026.
Selain memperkuat bisnis pariwisata, GOLF juga melanjutkan pengembangan proyek hunian premium Sequoia Hills di Sentul, Jawa Barat. Perseroan menilai kombinasi bisnis pariwisata, perhotelan, dan properti residensial akan menjadi salah satu motor pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2026, GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp28,82 miliar, naik tipis dibandingkan Rp28,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 20,6% secara tahunan menjadi Rp1,59 miliar dari Rp1,32 miliar.
Kontributor terbesar pendapatan perseroan masih berasal dari segmen golf sebesar Rp22,74 miliar, disusul segmen restoran sebesar Rp4,06 miliar, serta segmen lainnya sebesar Rp2,03 miliar.
Perseroan sebelumnya menyatakan akan terus menjaga pertumbuhan pendapatan berulang (recurring revenue) melalui pengembangan bisnis pariwisata golf dan perhotelan, sembari memperkuat bisnis properti residensial.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






Komentar (0)