Amman: Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan berhasil mencegat 10 rudal Iran yang mengarah ke wilayah kerajaan itu pada Sabtu dini hari, 18 Juli 2026.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Yordania (Petra), seorang pejabat Komando Umum Angkatan Bersenjata Yordania mengatakan operasi tersebut dilakukan oleh satuan pertahanan udara sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara, mengamankan wilayah udara, serta melindungi keselamatan warga.
Militer Yordania memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan properti akibat insiden tersebut.
Pihak militer juga mengerahkan tim dari Korps Zeni Kerajaan untuk mengamankan dan mengumpulkan puing-puing rudal yang jatuh di sejumlah lokasi di dalam negeri.
Menurut pernyataan tersebut, proses pembersihan dilakukan sesuai prosedur teknis dan standar keamanan yang berlaku. Serangan Balasan Iran Sebelumnya pada Jumat, Iran mengumumkan telah melancarkan serangan balasan yang menyasar aset-aset militer Amerika Serikat di Kuwait, Oman, Suriah, Yordania, dan Bahrain.
Teheran mengklaim serangan tersebut mengenai sejumlah pangkalan udara, sistem radar, gudang persenjataan, serta pesawat militer.
Namun, negara-negara yang disebut menjadi sasaran memberikan laporan yang berbeda.
Kuwait, Yordania, dan Bahrain menyatakan berhasil mencegat rudal dan drone Iran sebelum mencapai target.
Sementara itu, Qatar mengatakan angkatan bersenjatanya menggagalkan beberapa serangan udara. Meski demikian, seorang anak dilaporkan mengalami luka akibat serpihan yang jatuh dari proses intersepsi rudal. Ketegangan Kawasan Meningkat Situasi keamanan di Timur Tengah terus memburuk sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebagai balasan, Teheran meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.
Meski Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu sebagai upaya mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Eskalasi terbaru dipicu oleh saling serang antara kedua negara di kawasan Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Baca juga: Ketegangan Kawasan Meningkat, AS Perbarui Peringatan Perjalanan ke Timur Tengah





Komentar (0)