Kabut Asap Kebakaran Hutan Membayangi Final Piala Dunia 2026

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Kabut asap tebal yang menyelimuti New York dan sebagian besar wilayah pesisir timur selama beberapa hari terakhir ini mengancam final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Stadion New York New Jersey (Stadion MetLife) pada hari Minggu (19/7).

Kekhawatiran awal mengenai penyelenggaraan final di MetLife berfokus pada panas ekstrem yang sering melanda New York pada musim panas. Panas ekstrem ini menyebabkan kondisi pertandingan yang digambarkan Enzo Fernández dari Chelsea sebagai “sangat berbahaya” setelah semifinal Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Sementara itu, kualitas udara yang buruk pekan ini menghadirkan tantangan tak terduga bagi FIFA.

Menurut laporan The Guardian, kebakaran hutan di wilayah pedalaman Kanada telah menyebabkan asap tebal menyebar ke selatan melintasi banyak kota di bagian timur Amerika Serikat (AS). Otoritas setempat mengeluarkan peringatan kualitas udara dari “tidak sehat” menjadi “sangat tidak sehat” pada Kamis (16/7) malam.

Pejabat manajemen darurat Balai Kota New York mengeluarkan peringatan kode merah untuk seluruh kota mulai Selasa (14/7) hingga Kamis (16/7). Mereka mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah kecuali benar-benar diperlukan dan menghindari aktivitas fisik yang berat. 

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, indeks AQI kota New York pada Sabtu (18/7) pukul 01.00 dini hari mencapai 150 atau menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat untuk kelompok sensitif. 

Kualitas udara New York ini merupakan kondisi yang jauh dari ideal untuk pertandingan terbesar dalam dunia olahraga global. Final Piala Dunia 2026 ini diperkirakan akan menarik 1,6 miliar penonton televisi di seluruh dunia.

Asap terlihat jelas di pusat kota Manhattan, sedangkan Patung Liberty di seberang Sungai Hudson untuk sementara tidak terlihat. Dengan kondisi cuaca yang begitu buruk, banyak penerbangan dari Bandara Newark di New Jersey dibatalkan.

Kondisi mulai membaik pada hari Jumat (17/7) dan para pejabat FIFA optimistis situasi akan membaik menjelang hari Minggu (19/7). Prakiraan cuaca menunjukkan akan turun hujan pada hari Sabtu (18/7) yang diharapkan dapat membersihkan asap terparah, namun dunia olahraga tetap terdampak.

Pertandingan Liga Sepak Bola Wanita Nasional (NWSL) antara Gotham dan Washington Spirit di Queens pada hari Rabu (15/7) berlangsung di tengah kabut asap berwarna oranye-coklat. Para pemain diperintahkan untuk mengambil dua kali istirahat tambahan selama setiap babak sesuai dengan kebijakan NWSL terkait kualitas udara yang buruk.

Mengingat kontroversi yang melanda seputar keputusan FIFA untuk memperkenalkan jeda hidrasi di Piala Dunia, prospek adanya dua jeda tambahan akan memicu kemarahan lebih lanjut.

Masalah cuaca ini sangat disayangkan bagi New York, karena meskipun lokasi final dipilih dengan mempertimbangkan penonton global, kota ini benar-benar telah merangkul Piala Dunia.

Meskipun kemenangan bersejarah New York Knicks atas San Antonio Spurs dalam kejuaraan NBA bulan lalu sempat membayangi dimulainya turnamen maraton ini, turnamen tersebut telah membangun momentum yang nyata sejak saat itu.

Tiket untuk tujuh pertandingan sebelumnya di MetLife semuanya terjual habis, dan pemesanan tempat di restoran dan bar untuk menyaksikan laga Inggris di semifinal melawan Argentina pekan ini pun sulit didapatkan.

Akses Menuju Stadion MetLife dan Keterbatasan Transportasi Umum

Masalah terbesar yang masih tersisa dan memengaruhi final —selain cuaca— kemungkinan besar berkaitan dengan akses menuju stadion. Para penggemar NFL menyebut Stadion MetLife sebagai tempat yang sulit dijangkau, mengingat keterbatasan angkutan umum dan risiko yang harus dihadapi saat melewati Terowongan Lincoln, yang menghubungkan Manhattan dengan New Jersey.

Selain itu, fasilitas parkir pada hari Minggu (19/7) hanya tersedia bagi tamu dan VIP. Tarif perjalanan bus serta kereta api telah dinaikkan secara signifikan untuk turnamen ini. Intervensi bersama dari pemerintah New York dan New Jersey dengan memberikan subsidi menyebabkan harga tiket pulang-pergi menggunakan kereta api New Jersey Transit pada hari pertandingan yang semula US$ 150 (Rp 2,06 juta) diturunkan menjadi US$ 98 (Rp 1,76 juta). 

Namun, tarif tersebut tetap sangat tinggi untuk perjalanan selama 20 menit. Bagi mereka yang keberatan dengan harga tersebut, bus antar-jemput dari Manhattan akan tersedia dengan tarif US$ 20 (Rp 358,8 ribu).

Kehadiran Donald Trump

Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan tampil dengan cara yang lebih mencolok, dengan helikopter Marine One, yang dijadwalkan terbang melintasi stadion sebelum mendarat di Bandara Teterboro yang terletak tak jauh dari sana. Meskipun FIFA tidak akan mengatakannya secara terbuka, mengelola kehadiran presiden tersebut merupakan kekhawatiran lain yang masih tersisa bagi mereka. 

Setelah kontroversi yang dipicu oleh kedatangan Trump yang seolah-olah menyelinap ke perayaan Chelsea setelah memenangkan Piala Dunia Antarklub tahun lalu, FIFA berusaha mengantisipasi hal tersebut. FIFA mengonfirmasi Trump akan menyerahkan trofi bersama Infantino.

Preseden telah ditetapkan empat tahun lalu ketika Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, meletakkan jubah tradisional Arab di pundak Lionel Messi sebelum kapten Argentina itu menerima trofi dari Infantino. Dengan Trump, tidak ada yang tahu apa yang mungkin telah ia rencanakan. 

FIFA berusaha mencari tahu dengan mengadakan pembicaraan bersama presiden tersebut di Trump Tower pada Jumat (17/7) sore. Pertemuan itu mengharuskan penutupan jalan di beberapa blok ke segala arah sehingga menimbulkan kekacauan di Fifth Avenue. FIFA berharap hal ini bukanlah pertanda buruk akan apa yang akan terjadi saat final Piala Dunia 2026 berlangsung.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Ditahan, Eks Jampidsus Febrie Dicecar 18 Pertanyaan di Kasus Asabri
• 19 jam lalu
0
thumb
Diancam Dikubur Hidup-hidup, Keluarga Minta Pemerintah Selamatkan PMI yang Disekap di Myanmar
• 16 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris: Febrie Dikriminalisasi, Ditetapkan Tersangka Tanpa Pemeriksaan
• 10 jam lalu
0
thumb
Viral Ajakan Google Meet untuk Gerebek Narkoba, Polda Metro Pastikan Penipuan
• 20 jam lalu
0
thumb
Penjelasan Kuasa Hukum Febrie soal Kafe di Cipete dan Rumah Sentul yang Sempat Digeledah Polisi
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.