Cita-Cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Tak Kalah dari Singapura

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita
Cita-Cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Tak Kalah dari SingapuraNasional | okezone | Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:25Dengarkan Berita

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah memiliki cita-cita agar rakyat Indonesia memiliki taraf hidup yang tidak kalah dengan rakyat Singapura sejak 14 tahun lalu. Hal itu diungkapkan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, yang mengenang percakapannya dengan Prabowo saat berjalan di Gardens by the Bay, Singapura, pada 24 September 2012.

“Saya tidak akan pernah lupa. 24 September 2012. Hari itu sangat terik. Tapi kami tidak merasa panas. Di foto ini saya berjalan bersama Pak Prabowo di Gardens by the Bay, Singapura. Taman futuristik seluas 100 hektare itu baru beberapa bulan diresmikan,” kata Dirgayuza dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2026).

Dirgayuza mengenang saat dirinya dan Presiden Prabowo melihat deretan Supertrees raksasa dan kubah kaca terbesar di dunia. Gardens by the Bay menjadi ikon baru Singapura—simbol bagaimana sebuah negara kecil tanpa sumber daya alam mampu membangun salah satu ruang publik paling terkenal di dunia.

Baca Juga:Kawasan Elite, Lahan Hotel Sultan yang Dieksekusi Senilai Rp28 Triliun

“Saya menemani Pak Prabowo berjalan santai di tengah taman sambil melihat Marina Bay. Sambil berjalan, Pak Prabowo berkata kepada saya: ‘Yuza. Saya ingin rakyat Indonesia segera punya taraf hidup yang tidak kalah dengan rakyat Singapura’,” ungkap Dirgayuza yang mengenang kata-kata dari Presiden Prabowo.

Dirgayuza mengatakan, banyak politisi Indonesia pernah mengucapkan kalimat serupa. Namun, yang membuat dirinya terus mengingatnya selama empat belas tahun berikutnya adalah penjelasan setelahnya.

“Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai itu, Indonesia membutuhkan decisive leadership. Kepemimpinan yang berani mengambil keputusan.”

Dirgayuza mengatakan terlalu banyak masalah di Indonesia sebenarnya bukan karena Indonesia kekurangan ide, studi, atau konsep. Menurutnya, yang sering kurang adalah keberanian untuk memutuskan.

“Beliau kemudian mengutip sebuah prinsip kepemimpinan yang hingga hari ini masih saya ingat: ‘Do not let the perfect be the enemy of the good.’ Jangan menunggu semuanya sempurna. Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan,” katanya.

Baca Juga:Pemerintah Data Barang dan Karyawan Hotel Sultan hingga Penghuni Apartemen The Suites Residences

Empat belas tahun kemudian, kata Dirgayuza, ketika melihat kembali fotonya bersama Presiden Prabowo, ia menyadari bahwa ucapan beliau saat itu bukan sekadar ucapan biasa. Ucapan tersebut merupakan gambaran tentang cara Presiden Prabowo memimpin.

Dirgayuza mengajak masyarakat melihat berbagai hal yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, berbagai gagasan yang selama puluhan tahun hanya berpindah dari meja rapat ke meja rapat akhirnya benar-benar berjalan.

Di antaranya, gas Abadi Masela yang menunggu hampir 30 tahun sejak 1997 akhirnya mulai dibangun pada Juli 2026. Kemudian, dana kedaulatan Danantara yang diwacanakan sejak akhir 1980-an akhirnya terwujud pada Februari 2025.

Selanjutnya, kilang minyak RDMP Balikpapan yang bertahun-tahun menghadapi berbagai hambatan dan sabotase akhirnya selesai pada Januari 2026. Lalu, Bullion Bank (Bank Emas) yang telah lama menjadi diskusi akhirnya berdiri pada Februari 2025.

Tidak hanya itu, gaji hakim yang tidak naik selama 12 tahun akhirnya dinaikkan hingga 280 persen pada Juni 2025. Kemudian, swasembada solar yang diperjuangkan melalui biodiesel selama dua dekade akhirnya tercapai dengan program B50 pada Juli 2026.

Baca Juga:Perempuan di Bandung Diduga Diculik dan Dianiaya Kekasih selama 3 Tahun, Wajah sampai Hancur

Dirgayuza juga mengungkapkan program makan bergizi dengan cakupan nasional yang sejak era PMT-AS menjadi cita-cita akhirnya terlaksana mulai Januari 2025. Kredit macet UMKM yang membelit selama puluhan tahun akhirnya diselesaikan pada hari pertama menjabat Presiden Prabowo pada November 2024.

Per Juli 2026, kata Dirgayuza, sebanyak 1.000 dari 5.000 jembatan desa yang oleh sebagian warga ditunggu puluhan tahun akhirnya terbangun.

“Singapura punya Gifted Education Program dari 1984. 42 tahun kemudian, akhirnya kita punya program serupa. Sekolah Unggul Garuda baru menerima angkatan pertamanya Juli 2026,” ujarnya.

Dirgayuza juga mengatakan kasus-kasus korupsi besar yang telah berjalan puluhan tahun dan merugikan negara ratusan triliun rupiah akhirnya dibongkar dan diselesaikan, termasuk penyelundupan sumber daya alam (SDA) dan pelanggaran kawasan hutan jutaan hektare. “Penerimaan negara dari penyitaan aset koruptor belum pernah sebesar ini.”

Baca Juga:Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK

“Di saat yang sama, Indonesia mencatat berbagai rekor baru sepanjang hampir 80 tahun kemerdekaan karena kebijakan-kebijakan tepat yang diputuskan dengan cepat: nilai tukar petani tertinggi. Cadangan beras pemerintah tertinggi. Swasembada delapan komoditas pangan strategis tercapai. Nilai ekspor komoditas meningkat karena kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN PT DSI,” katanya.

Selanjutnya, kata Dirgayuza, Presiden Republik Indonesia ke mana-mana naik mobil rancangan anak bangsa. “Dan ini belum semua. Ini baru permulaan. Sebentar lagi Indonesia akan memiliki motor listrik nasional dan mobil listrik nasional. Akhirnya.”

“Berbagai industri strategis yang selama ini hanya hidup dalam seminar dan kajian mulai berubah menjadi pabrik, lapangan kerja, dan produk nyata karena dibiayai dan dibangun oleh Danantara. Akhirnya. Akhirnya ini terbangun. Akhirnya itu selesai,” ujarnya.

Dirgayuza meyakini masih akan ada banyak capaian lain pada era pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena Presiden Prabowo berpegang pada prinsip untuk tidak menunggu segala sesuatu menjadi sempurna sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga:Penganiayaan di Kos Waingapu NTT, 1 Orang Tewas dan 2 Luka Berat

“Presiden Prabowo tidak menunggu semuanya sempurna. Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan. Kalau tidak, seperti kata Indonesianis Adam Schwartz, Indonesia akan selamanya menjadi a nation in waiting. Sekarang, Indonesia is no longer in waiting,” pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?
• 23 jam lalu
0
thumb
JD Vance: Pejabat Israel Berupaya Manipulasi Opini Publik AS soal Perang Iran
• 23 jam lalu
0
thumb
Viral Pemuda di Sidoarjo Bugil saat Terima Pesanan Ojol, Polisi Turun Tangan
• 22 jam lalu
0
thumb
Hotman Beberkan 5 Alasan Eks Jampidsus Febrie Tak Layak Jadi Tersangka
• 21 jam lalu
0
thumb
6 SD di Kulon Progo Tak Dapat Murid Baru di SPMB Tahun Ini
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.