Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menuding sebagian pejabat pemerintah Israel berupaya memengaruhi opini publik Amerika untuk memperpanjang perang dengan Iran.
Dalam wawancara di podcast The Joe Rogan Experience, Vance mengatakan dirinya memercayai sebagian pihak di pemerintahan Israel, tetapi ada pihak lain yang berupaya mengubah pandangan publik Amerika agar konflik terus berlanjut.
"Ada pihak yang memanipulasi dan mencoba mengubah opini publik Amerika agar perang terus berlangsung tanpa batas," kata Vance, dikutip dari BBC, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia juga menuding terdapat kampanye yang dilakukan secara tertutup dan didanai dengan baik untuk menggagalkan upaya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
"Saya pikir ada kampanye yang sangat tertutup dan didanai dengan sangat baik untuk menggagalkan negosiasi dan menggagalkan kesepakatan," ujarnya.
Pemerintah Israel belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden Donald Trump sependapat bahwa negara-negara asing memang berupaya memengaruhi opini publik Amerika Serikat.
Vance, yang terlibat dalam proses negosiasi dengan Iran, mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan kritik dari sebagian pejabat Israel terhadap kebijakan Washington.
Namun, menurutnya, yang menjadi persoalan adalah ketika para pemimpin Amerika membiarkan pengaruh tersebut memengaruhi penilaian dan kebijakan mereka.
Pernyataan itu menjadi kritik terbaru Vance terhadap Israel di tengah upaya pemerintahan Trump mengakhiri konflik dengan Iran melalui jalur diplomasi maupun operasi militer.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel dan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk, sementara konflik juga meluas hingga Lebanon.





Komentar (0)