HARIAN.FAJAR.CO.ID, BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 116 Profesi Kesehatan (PK) 69 Universitas Hasanuddin menggelar program SEHATI (Senam, Edukasi, dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Kendali Hipertensi dan Diabetes) di Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, pada 10–11 Juli 2026.
Kelompok KKN 116, Profesi Kesehatan (PK) 69, Desa Palakka ini beranggotakan Jonathan Louis Wijaya, Andi Azhiimah Muizzah Hamka, Izzah Ghaniyyah Syafruddin, Sulfiah Ayu Lestari, Mario Heindrich Siyulan, Elya Eriyanti, dan Tri Banowati.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Puskesmas Desa Palakka ini menyasar masyarakat, khususnya lanjut usia, sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap penyakit tidak menular.
Program tersebut diawali dengan senam bersama lansia sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh sekaligus membantu mengendalikan tekanan darah. Setelah itu, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah untuk mendeteksi dini risiko hipertensi dan diabetes melitus.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim KKN juga memberikan edukasi mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Materi yang disampaikan meliputi pengertian penyakit, faktor risiko, tanda dan gejala, cara pencegahan, penanganan, hingga komplikasi yang dapat terjadi apabila penyakit tidak dikendalikan.
Anggota Kelompok KKN PK 69 Desa Palakka, Jonathan, mengatakan, program SEHATI dirancang sebagai langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat, khususnya lansia, semakin memahami pentingnya deteksi dini serta menerapkan pola hidup sehat agar hipertensi dan diabetes dapat dikendalikan sejak awal,” ujarnya.
Menurut tim KKN, pelaksanaan program ini dilatarbelakangi tingginya kasus penyakit tidak menular di Desa Palakka. Hipertensi dan diabetes melitus menjadi dua penyakit yang paling banyak ditemukan sehingga diperlukan edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Data global juga menunjukkan besarnya beban kedua penyakit tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 1,28 miliar penduduk dunia berusia 30–79 tahun hidup dengan hipertensi, sementara International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan terdapat 463 juta penyandang diabetes melitus berusia 20–79 tahun.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN bersama Puskesmas Desa Palakka berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, menjaga pola makan, aktif berolahraga, serta mematuhi pengobatan guna mencegah komplikasi akibat hipertensi dan diabetes melitus. (*)






Komentar (0)