Baghdad (ANTARA) - Empat drone bermuatan bahan eksplosif ditembak jatuh pada Jumat (17/7) sore di dekat Konsulat Amerika Serikat di Erbil, wilayah semi otonom Irak Kurdistan.
Sementara itu, sebuah drone terpisah menyerang depot amunisi di Provinsi Sulaymaniyah, menurut laporan otoritas keamanan setempat.
Seorang sumber keamanan Kurdi mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonim bahwa keempat drone tersebut berhasil dicegat di sekitar konsulat AS di Erbil dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Di Provinsi Sulaymaniyah, sebuah drone yang dipasangi bahan peledak menghantam sebuah gudang senjata di area Tasluja, ibu kota provinsi dengan nama yang sama, pada malam hari, menurut sumber tersebut.
Serangan itu memicu kebakaran besar di dalam fasilitas tersebut, yang kemudian menyebabkan ledakan susulan dari amunisi yang disimpan, kata sumber tersebut. Tim pertahanan sipil segera menuju lokasi dan saat ini sedang berupaya mengendalikan kobaran api.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang sumber keamanan setempat mengatakan bahwa sembilan anggota partai oposisi Kurdi Iran tewas dan sedikitnya tiga lainnya terluka dalam serangan rudal balistik Iran yang menargetkan posisi mereka di Provinsi Sulaymaniyah.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh Timur Tengah, ketika AS dan Iran saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. AS melakukan serangan terhadap target-target Iran, sementara Iran merespons dengan menyerang sejumlah pangkalan dan fasilitas AS di seluruh kawasan tersebut.
Sementara itu, sebuah drone terpisah menyerang depot amunisi di Provinsi Sulaymaniyah, menurut laporan otoritas keamanan setempat.
Seorang sumber keamanan Kurdi mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonim bahwa keempat drone tersebut berhasil dicegat di sekitar konsulat AS di Erbil dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Di Provinsi Sulaymaniyah, sebuah drone yang dipasangi bahan peledak menghantam sebuah gudang senjata di area Tasluja, ibu kota provinsi dengan nama yang sama, pada malam hari, menurut sumber tersebut.
Serangan itu memicu kebakaran besar di dalam fasilitas tersebut, yang kemudian menyebabkan ledakan susulan dari amunisi yang disimpan, kata sumber tersebut. Tim pertahanan sipil segera menuju lokasi dan saat ini sedang berupaya mengendalikan kobaran api.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang sumber keamanan setempat mengatakan bahwa sembilan anggota partai oposisi Kurdi Iran tewas dan sedikitnya tiga lainnya terluka dalam serangan rudal balistik Iran yang menargetkan posisi mereka di Provinsi Sulaymaniyah.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh Timur Tengah, ketika AS dan Iran saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. AS melakukan serangan terhadap target-target Iran, sementara Iran merespons dengan menyerang sejumlah pangkalan dan fasilitas AS di seluruh kawasan tersebut.






Komentar (0)