Jakarta: Program Ekspor Shopee FLEXI sukses membantu pelaku UMKM memperluas pasar internasional sekaligus meningkatkan penjualan. Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Sajadah Sakha, UMKM asal Bandung, Jawa Barat, yang mencatat pertumbuhan penjualan hingga 2,5 kali lipat pada semester pertama 2026.
Pendiri Sajadah Sakha Andreas Setiawan memulai usahanya saat pandemi covid-19 setelah mengalami pemotongan gaji hingga 50 persen ketika bekerja sebagai karyawan pemasaran di sebuah perusahaan tekstil di Bandung.
Melihat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan sajadah menjadi kebutuhan ibadah sehari-hari, Andreas melihat peluang menghadirkan produk dengan desain yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai syariah. Sajadah Sakha menawarkan beragam motif dengan desain kontemporer serta harga berkisar Rp125 ribu hingga Rp175 ribu.
"Saya ingin sajadah ini tidak hanya indah secara visual, tapi juga nyaman dan berkualitas tinggi. Karena ibadah adalah momen penting, maka sajadah pun harus menunjang kekhusyukan itu," kata Andreas Setiawan saat ditemui di tempat produksinya di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis Shopee, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pada awal perjalanan usaha, Andreas mengaku penjualan belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Namun, melalui pemanfaatan platform digital, usahanya terus berkembang hingga mampu memproduksi ribuan sajadah setiap bulan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Andreas menyebut Shopee menjadi salah satu mitra utama dalam mengembangkan bisnisnya melalui berbagai fitur, seperti Shopee Pilih Lokal, Shopee Ads, Shopee Live, Shopee Affiliate, serta kampanye promosi bulanan.
"Sejak pertama kali mendirikan Sajadah Sakha, Shopee telah menjadi mitra strategis utama bagi kami. Melalui strategi pemasaran yang tepat dan pemanfaatan fitur yang maksimal, saat ini kami mampu melayani permintaan hingga ribuan potong sajadah setiap bulannya," ujar Andreas.
Baca Juga :
Pemerintah Salurkan Pembiayaan Rp65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM(Pendiri Sajadah Sakha Andreas Setiawan. Foto: dok Shopee)
Bantu perluas ekspor ke pasar Asia Tenggara
Pada November 2025, Sajadah Sakha bergabung dengan Program Ekspor Shopee untuk memperluas pemasaran ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Melalui program tersebut, proses pengelolaan toko, pengiriman barang ke gudang lokal Shopee, hingga layanan pelanggan di negara tujuan ditangani oleh Shopee sehingga pelaku usaha tidak perlu mengelola sendiri aspek logistik internasional maupun bea cukai.
"Awalnya kami bergabung dengan Program Ekspor Shopee agar produk kami dikenal di beberapa negara tetangga. Sejauh ini programnya sangat mudah dipahami, tidak ada kendala yang berarti karena semua proses dibantu oleh Shopee," ujar Andreas.
Memasuki Januari 2026, Andreas memperluas strategi ekspornya dengan bergabung dalam Program Ekspor Shopee FLEXI. Melalui program ini, penjual memiliki fleksibilitas lebih besar untuk mengelola toko secara mandiri, termasuk menentukan harga, mengatur tampilan toko, serta mengoptimalkan berbagai fitur promosi.
Menurut Andreas, langkah tersebut berdampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis. Penjualan Sajadah Sakha meningkat 2,5 kali lipat sepanjang semester pertama 2026 dibandingkan capaian pada program ekspor reguler di periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut turut mendorong pertumbuhan omzet sekaligus memperluas jangkauan promosi produk ke pasar internasional.
Malaysia dan Filipina menjadi dua negara dengan permintaan terbesar. Di Malaysia, produk yang paling diminati adalah sajadah anak bermotif warna pastel dan desain yang lebih atraktif. Sementara di Filipina, konsumen lebih banyak memilih sajadah dewasa dengan desain elegan yang kerap dijadikan hadiah.
Andreas menilai Program Ekspor Shopee FLEXI juga membantunya memahami preferensi konsumen di setiap negara tujuan sehingga strategi pemasaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
"Dengan adanya program ekspor ini sangat membantu untuk memperkenalkan produk kita ke luar negeri. Kita juga jadi tahu karakteristik produk yang diminati pelanggan. Jadi seller harus mencoba ikut karena bermanfaat untuk promosi. Pilih Program Ekspor Shopee yang sesuai dengan strategi bisnis masing-masing," kata Andreas.
Kisah Sajadah Sakha menunjukkan pemanfaatan platform digital dan program ekspor dapat menjadi salah satu strategi bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kinerja usaha di tengah persaingan global.





Komentar (0)