JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya (PAM JAYA) memberikan penjelasan usai disebut perlu memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak gangguan sementara pasokan air bersih.
Humas PAM JAYA Gatra Vaganza menyampaikan, pelanggan yang terdampak penghentian sementara pasokan air, seperti yang saat ini terjadi di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, memang mendapatkan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kompensasi diberikan dalam bentuk penagihan berdasarkan volume air yang benar-benar digunakan pelanggan.
Baca juga: Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
"Pada prinsipnya pelanggan hanya membayar tarif sesuai dengan air yang digunakan. Adapun kompensasi terhadap pelanggan 2A1 (Rumah Tangga Sangat Sederhana) dan 2A2 (Rumah Tangga Sederhana) yang mendapat program KAS (Kartu Air Sehat) berjalan apabila terjadi gangguan," kata Gatra kepada Kompas.com melalui pesan Whatsapp, Sabtu (18/7/2026).
Pernyataan itu sekaligus menjawab keluhan warga yang mempertanyakan mengapa sambungan air PAM cepat diputus ketika pelanggan terlambat membayar tagihan, sementara saat pasokan air terhenti tidak ada pengurangan tagihan.
Gatra menegaskan, sistem penagihan PAM JAYA didasarkan pada jumlah pemakaian air oleh pelanggan.
"Untuk tagihan mengikuti pemakaian yang dilakukan oleh pelanggan," kata dia.
Menurut Gatra, gangguan pasokan air bersih yang terjadi di Cengkareng saat ini murni disebabkan oleh pekerjaan pemeliharaan instalasi. di Hutan Kota
"Yang dalam hal ini PT JUP adalah pihak yang bewenang dalam melakukan perawatan saat ini," ucap dia.
Baca juga: Ada Konser Akbar Monas 2026 Malam Ini, Pengendara Diimbau Hindari Jalan Medan Merdeka Jakpus
Selama proses pemeliharaan berlangsung, PAM JAYA juga menyiapkan mobil tangki dan tandon air untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
"PAM Jaya menyiapkan mobil tangki dan tandon yang dipasang di beberapa titik dengan berkoordinasi dengan RT/RW serta pihak kelurahan sebagai langkah cepat atas adanya situasi ini," kata dia.
Gatra menjelaskan, gangguan terjadi pada sumber air yang diolah oleh PT JUP, yang menjadi salah satu pemasok air baku untuk wilayah Jakarta Barat.
"Saat ini area Barat masih kekurangan sumber supply sehingga apabila terganggu kondisi produksi tersebut, maka dampak cukup lama dan menyebabkan beberapa kelurahan terganggu," ucap Gatra.
Sebelumnya diberitakan, pelanggan PAM Jaya dinilai berhak mendapatkan kompensasi apabila mengalami gangguan pasokan air bersih meski penghentian atau penyesuaian layanan dilakukan untuk kebutuhan perawatan instalasi maupun perbaikan jaringan.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengatakan, sebagai operator penyedia layanan air bersih, PAM Jaya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas yang baik dan sesuai standar.






Komentar (0)