BMKG: Sebagian Jawa hingga NTT Sudah Lebih Sebulan Tanpa Hujan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 4.686 titik pengamatan hujan menunjukkan indikasi potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menyatakan kondisi tersebut telah diperingatkan sejak awal musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Prediksi Bulanan BMKG Supari mengatakan, BMKG memiliki sekitar 6.000 titik pengamatan hujan yang digunakan untuk memantau perkembangan curah hujan di seluruh Indonesia.

Baca Juga
  • BNPB: Karhutla dan Kekeringan Dominasi Bencana Sepanjang Pekan Ini
  • BNPB: 23 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, Jabar Tertinggi
  • Jurus Pemkab Bandung Barat Hadapi Kerawanan Pangan, Kekeringan, dan Bencana Alam Selama Kemarau

“Pada awal Juli 2026, berdasarkan laporan kondisi data hujan dari 4.686 titik pengamatan, diketahui bahwa sebagian Jawa, Bali, NTB dan NTT sudah lebih dari sebulan tidak mengalami curah hujan dan bisa menjadi indikasi potensi kekeringan,” kata Supari kepada Republika, Sabtu (18/7/2026).

Supari mengatakan, wilayah-wilayah tersebut tercatat tidak mengalami hujan selama 30 hingga 60 hari. Menurut dia, semakin panjang durasi tanpa hujan maka semakin tinggi pula potensi terjadinya kekeringan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Semakin panjang durasi tanpa hujannya, menunjukkan indikasi semakin parah tingkat potensi kekeringannya,” ujar Supari.

Ia menjelaskan, kondisi yang dipantau BMKG merupakan kekeringan meteorologis, yaitu kekeringan yang diukur berdasarkan curah hujan tanpa memperhitungkan kondisi topografi, geologi, maupun ketersediaan sumber air di suatu wilayah.

“Namun demikian, kekeringan meteorologis umumnya menjadi pertanda awal akan terjadinya kekeringan berikutnya yaitu kekeringan pertanian, kekeringan hidrologi dan kekeringan sosio-ekonomi,” ujar Supari.

Supari mengatakan, BMKG telah menyampaikan peringatan dini mengenai potensi kemarau yang lebih kering dan lebih panjang sejak Maret 2026. Peringatan tersebut disampaikan melalui konferensi pers kepada publik.

“BMKG telah melakukan berbagai upaya untuk menyampaikan kepada publik tentang potensi kekeringan 2026 ini sejak Maret 2026 ketika BMKG melakukan pers rilis bahwa musim kemarau 2026 akan lebih kering dan lebih panjang durasinya,” ujar Supari.

Selain itu, BMKG juga telah mengirimkan surat kepada kementerian dan lembaga terkait sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak musim kemarau.

“Selanjutnya BMKG juga berkirim surat resmi kepada kementerian/lembaga terkait untuk mengambil respon sebagai langkah antisipasi,” kata Supari.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terjerat Kasus, Mantan Jampidsus Disorot Media Internasional
• 23 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Mentan Sanggupi Peremajaan Tebu dalam Dua Tahun
• 4 jam lalu
0
thumb
Di Depan Prabowo, Panglima Agus Subiyanto Klaim TNI Perkuat Fondasi Swasembada Pangan
• 21 jam lalu
0
thumb
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Sudah Diperiksa: Ada 18 Pertanyaan, Tidak Ada Penahanan
• 15 jam lalu
0
thumb
Polri: Kasus Korupsi Febrie Adriansyah dan Don Ritto Sepenuhnya Kewenangan Kejagung 
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.