Bappebti: SRG berhasil ekspor kopi Rp4,08 miliar ke China dan Maroko

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyatakan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) berhasil mendorong ekspor kopi Indonesia senilai 227.443,2 dolar AS atau sekitar Rp4,08 miliar ke China dan Maroko.

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan total nilai tersebut berasal dari satu kontainer kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai 71.040 dolar AS ke Maroko, dan satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai 156.403,2 dolar AS dengan tujuan China yang seluruhnya berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

"Pelepasan ekspor ini membuktikan implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha," ujar Tirta dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Tirta mengatakan setelah pelepasan ekspor tersebut, direncanakan dilanjutkan pengiriman delapan kontainer kopi Arabica Semi Wash dengan total volume 153,6 ton senilai 1.251.225,60 dolar AS menuju China.

Baca juga: Kemendag optimalkan resi gudang, ekspor rumput laut tembus Tiongkok

Baca juga: Mendag tekankan resi gudang dukung swasembada pangan

Lebih lanjut, ia menyampaikan keberhasilan tersebut menunjukkan SRG tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga menjadi sarana yang mampu menghubungkan petani dan pelaku usaha dengan pasar internasional.

Menurut dia, optimalisasi SRG merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, pengelola gudang, pelaku logistik, hingga koperasi petani dalam membangun ekosistem perdagangan yang terintegrasi.

Pihak yang terlibat dari mencakup petani yang tergabung dalam Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo selaku pengelola Gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia selaku pemilik gudang yang juga menginisiasi SRG Berbasis Rel, dan PT Kliring Berjangka Indonesia selaku pusat registrasi SRG.

Tirta menambahkan keberhasilan ekspor ke Tiongkok dan Maroko membuktikan komoditas kopi yang disimpan melalui mekanisme SRG memiliki mutu yang terjaga dan mampu memenuhi standar pasar internasional.

Menurut dia, keberhasilan tersebut juga membuka peluang diversifikasi pasar ekspor kopi Indonesia yang selama ini masih terkonsentrasi pada negara tujuan tertentu.

Ke depan, Bappebti terus mengoptimalkan pemanfaatan SRG sebagai instrumen logistik dan pembiayaan komoditas untuk memperkuat posisi tawar petani, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan ekspor komoditas Indonesia.

Baca juga: Mendag dukung resi gudang kopi di Deli Serdang Sumut

Baca juga: Kadin dorong penguatan Resi Gudang untuk genjot ekspor Sumbar




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari Medan hingga Jakarta, Nobar Piala Dunia 2026 BRI Hadirkan Kebersamaan yang Berkesan
• 18 jam lalu
0
thumb
Mikel Merino Sempat Sangka Foto Messi Mandikan Lamine Yamal Hasil Buatan AI
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo: TNI-Polri Anak Kandung Rakyat, Tidak Hanya Jaga Hankam
• 19 jam lalu
0
thumb
Serangan AS ke Iran Tewaskan 38 Orang, Lebih dari 400 Luka-luka
• 23 jam lalu
0
thumb
Sudirman Said Kembali Datangi Kejagung Terkait Korupsi Pengadaan Produk Kilang Petral, Ini Penjelasannya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.