⁠⁠Iran Kompori Houthi Tutup Laut Merah Jika AS Berulah

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iran meminta sekutunya, kelompok pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman, untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah, jika Amerika Serikat (AS) berulah. Gagasan itu disebut telah dibahas oleh pimpinan Iran dan disampaikan ke Houthi.

Dilansir Reuters, Jumat (17/7/2026), informasi tersebut disampaikan oleh tiga sumber yang berbicara kepada Reuters pada Kamis (16/7) waktu setempat. Gagasan tersebut, menurut dua sumber pejabat senior Iran dan satu sumber regional yang memahami persoalan ini, telah dibahas di kalangan pemimpin Iran.

Iran meminta Houthi menutup jalur Laut Merah itu jika AS menyerang infrastruktur energi Teheran, terutama pembangkit listrik. Hal ini berpotensi memicu ancaman baru yang signifikan terhadap pasokan energi global.

Sumber-sumber yang dikutip Reuters tersebut mengatakan bahwa Houthi baru-baru ini telah diberitahu mengenai permintaan Iran tersebut, yang sebelumnya belum pernah dilaporkan oleh media.

Baca juga: Iran Minta Houthi Tutup Laut Merah Jika AS Serang Pembangkit Listrik

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana pesan tersebut disampaikan, atau apakah hal itu dilakukan setelah adanya ancaman dari Presiden AS Donald Trump pada Selasa (14/7) untuk menyerang infrastruktur energi Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran dan juru bicara Houthi belum memberikan tanggapan langsung.

Houthi Kerahkan Drone

Diungkapkan seorang sumber lainnya yang dekat dengan Houthi, juga dikutip Reuters, bahwa kelompok yang didukung Teheran tersebut telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang kapal-kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan gerbang menuju Laut Merah.

Bahkan dilaporkan jika Houthi sedang menunggu perintah untuk memulai serangan tersebut.

Ancaman apa pun terhadap Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb berisiko memperburuk krisis energi global, yang dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan menggarisbawahi risiko eksplosif yang berasal dari babak baru konflik.

Dengan Selat Hormuz telah ditutup aksesnya, maka serangan Houthi terhadap kapal atau pelabuhan di Laut Merah akan mengganggu dua jalur ekspor minyak utama Timur Tengah secara bersamaan. Situasi ini berpotensi membuka front baru dalam krisis energi dan konflik Iran yang lebih luas dengan AS.

Ditambahkan oleh salah satu sumber yang dekat dengan Houthi bahwa perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah berada di Yaman dan akan mengendalikan keputusan soal kapan Selat Bab el-Mandeb akan ditutup.

Baca juga: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini




(lir/isa)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Akan Kurangi Anggaran TNI-Polri untuk Atasi Kemiskinan dan Kelaparan
• 14 jam lalu
0
thumb
Longsor Putus Akses 1.507 Warga, Status Tanggap Darurat Ditetapkan di Nunukan
• 44 menit lalu
0
thumb
Lelah 8 Tahun Diteror, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah: Mau Orang Tua Tenang
• 10 jam lalu
0
thumb
Pemkot Terima 9.217 Aduan Lewat Lapor Cak Eri hingga 16 Juli, Parkir Jadi Keluhan Tertinggi
• 21 jam lalu
0
thumb
Dewi Irawan Persembahkan Film Rumah Singgah untuk Mendiang Suami dan Ria Irawan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.