Iran Gempur Fasilitas Militer AS di Oman, Suriah, dan Yordania

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Jumat (17/7/2026) menyatakan bahwa pasukan militer Iran telah menghancurkan radar pemantau milik Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Oman.

"Pagi ini, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan dan menghancurkan sebuah radar pemantau maritim di wilayah Salamah, serta radar pemantau milik AS di Pulau Ghanam, Oman, dalam gelombang ke-13 dari Operasi Nasr-2," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga
  • Trump Dilaporkan Frustrasi Lantaran Operasi Militer Terhadap Iran Menjadi Semakin Rumit
  • Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur AS yang Masih Tersisa di Timur Tengah
  • Iran Hantam Alat Militer AS di Kuwait dan Yordania

IRGC juga mengungkapkan telah melancarkan serangan balasan mendadak terhadap pusat komando operasi khusus AS yang bermarkas di daerah At Tanf, yang terletak di wilayah barat daya Suriah.

Serangan tersebut menghancurkan "sistem radar AS, beberapa unit helikopter operasi khusus, dan sejumlah personel militer".

.rec-desc {padding: 7px !important;}

IRGC menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk balasan atas serangan udara AS di dekat Kota Iranshahr di wilayah tenggara Iran. Serangan AS tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh personel Iran, yang terdiri dari prajurit karier dan anggota wajib militer.

Selain itu, Iran juga meluncurkan serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone), yang menghancurkan beberapa pesawat pengisi bahan bakar serta jet tempur AS yang disiagakan di Yordania, ujar IRGC.

Pada pertengahan Juni lalu, Pemerintah Iran dan Pemerintah AS telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengakhiri konflik militer antara kedua negara. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim bahwa serangan yang mereka lakukan merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran kemudian membalas tindakan tersebut dengan melancarkan sejumlah serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah. Pihak Iran menegaskan, AS tak perlu mencampuri urusan pengaturan pelayaran kapal di Selat Hormuz yang menjadi kewenangan Iran.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tanrase (RISE) milik Hermanto Tanoko Bangun Resor Mewah di Bali Senilai Rp1 Triliun
• 18 jam lalu
0
thumb
Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia
• 49 menit lalu
0
thumb
BI: Data Kinerja Dunia Usaha pada Kuartal II 2026 Meningkat
• 19 jam lalu
0
thumb
Tragedi Tewasnya Pekerja Proyek Pipa di Cipayung Perlu Diusut Secara Objektif
• 18 jam lalu
0
thumb
Waka Komisi II DPR Kaji Usulan Kepala Daerah Dapat Persentase dari PAD
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.