Shanghai (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping menyampaikan empat pengamatan tentang pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) saat berpidato pada upacara pembukaan Konferensi AI Dunia 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global di Shanghai, China, Jumat.
Pertama, berpegang pada prinsip keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan sembari mendorong pembangunan yang didorong oleh inovasi. Xi menyoroti pentingnya mendorong sumber terbuka, keterbukaan, kolaborasi, serta berbagi untuk memfasilitasi inovasi teknologi, pengembangan industri, dan penerapan AI berbasis skenario.
Kedua, memperkuat kesadaran terhadap risiko serta memastikan bahwa AI aman dan terkendali. Sembari menekankan perlunya memastikan bahwa AI selalu berada di bawah kendali manusia, Xi mendesak semua pihak untuk bersama-sama menentang perluasan konsep keamanan nasional secara berlebihan di bidang AI atau menempatkan keamanan suatu negara di atas keamanan negara lain.
Ketiga, mendorong inklusivitas dan mempromosikan pembelajaran bersama antarperadaban. Pengembangan AI dan penerapannya tidak boleh mengikis atau merusak keragaman peradaban dunia atau keunikan budaya berbagai negara, ujart Xi.
Keempat, mendorong solidaritas dan meningkatkan tata kelola global. Peran penting Perserikatan Bangsa-Bangsa harus diakui, kata Xi, seraya menyerukan penyelarasan dan koordinasi lebih lanjut dalam strategi pengembangan AI, aturan tata kelola, dan standar teknis.
"Kita harus menjalankan kerja sama internasional yang luas dan membantu negara-negara Global South melalui peningkatan kapasitas untuk menjembatani kesenjangan AI dan digital, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta mencegah terciptanya ketidakadilan historis baru dalam AI," demikian Xi Jinping.
Pertama, berpegang pada prinsip keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan sembari mendorong pembangunan yang didorong oleh inovasi. Xi menyoroti pentingnya mendorong sumber terbuka, keterbukaan, kolaborasi, serta berbagi untuk memfasilitasi inovasi teknologi, pengembangan industri, dan penerapan AI berbasis skenario.
Kedua, memperkuat kesadaran terhadap risiko serta memastikan bahwa AI aman dan terkendali. Sembari menekankan perlunya memastikan bahwa AI selalu berada di bawah kendali manusia, Xi mendesak semua pihak untuk bersama-sama menentang perluasan konsep keamanan nasional secara berlebihan di bidang AI atau menempatkan keamanan suatu negara di atas keamanan negara lain.
Ketiga, mendorong inklusivitas dan mempromosikan pembelajaran bersama antarperadaban. Pengembangan AI dan penerapannya tidak boleh mengikis atau merusak keragaman peradaban dunia atau keunikan budaya berbagai negara, ujart Xi.
Keempat, mendorong solidaritas dan meningkatkan tata kelola global. Peran penting Perserikatan Bangsa-Bangsa harus diakui, kata Xi, seraya menyerukan penyelarasan dan koordinasi lebih lanjut dalam strategi pengembangan AI, aturan tata kelola, dan standar teknis.
"Kita harus menjalankan kerja sama internasional yang luas dan membantu negara-negara Global South melalui peningkatan kapasitas untuk menjembatani kesenjangan AI dan digital, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta mencegah terciptanya ketidakadilan historis baru dalam AI," demikian Xi Jinping.






Komentar (0)