Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan berada di Manila, Filipina, pekan depan guna menghadiri pertemuan terkait dengan ASEAN, kata Departemen Luar Negeri AS pada Jumat.
Di tengah krisis energi yang melanda Asia Tenggara akibat perang AS-Israel dengan Iran, dan semakin meningkatnya kehadiran China di kawasan tersebut, fokus kehadiran Rubio pada upaya AS untuk menjalin hubungan lebih erat antara AS dan anggota negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Juru bicara Deplu AS Tommy Pigott mengatakan Rubio akan melakukan perjalanan ke Manila dari Minggu hingga Kamis.
Dia mengatakan kunjungan Rubio bertujuan untuk mempromosikan "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang memberikan keselamatan, keamanan, dan kemakmuran bagi kawasan tersebut dan bagi rakyat Amerika."
Rubio diperkirakan akan membahas isu-isu diplomatik penting dengan para menlu dari mitra regionalnya itu, yang termasuk di antara peserta pertemuan tersebut.
Perhatian terutama tertuju pada kemungkinan Rubio dan Menlu China Wang Yi akan mengadakan perundingan di sela-sela pertemuan multilateral sebagai pendahuluan KTT para pemimpin mereka yang dijadwalkan pada September di Washington.
Terlepas dari persaingan geopolitik yang sengit, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat menstabilkan hubungan AS-China ketika mereka bertemu di Beijing pada pertengahan Mei.
Pada saat itu, Trump dan Xi juga sepakat bertemu lagi pada 24 September di Gedung Putih.
Sumber: Kyodo
Di tengah krisis energi yang melanda Asia Tenggara akibat perang AS-Israel dengan Iran, dan semakin meningkatnya kehadiran China di kawasan tersebut, fokus kehadiran Rubio pada upaya AS untuk menjalin hubungan lebih erat antara AS dan anggota negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Juru bicara Deplu AS Tommy Pigott mengatakan Rubio akan melakukan perjalanan ke Manila dari Minggu hingga Kamis.
Dia mengatakan kunjungan Rubio bertujuan untuk mempromosikan "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang memberikan keselamatan, keamanan, dan kemakmuran bagi kawasan tersebut dan bagi rakyat Amerika."
Rubio diperkirakan akan membahas isu-isu diplomatik penting dengan para menlu dari mitra regionalnya itu, yang termasuk di antara peserta pertemuan tersebut.
Perhatian terutama tertuju pada kemungkinan Rubio dan Menlu China Wang Yi akan mengadakan perundingan di sela-sela pertemuan multilateral sebagai pendahuluan KTT para pemimpin mereka yang dijadwalkan pada September di Washington.
Terlepas dari persaingan geopolitik yang sengit, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat menstabilkan hubungan AS-China ketika mereka bertemu di Beijing pada pertengahan Mei.
Pada saat itu, Trump dan Xi juga sepakat bertemu lagi pada 24 September di Gedung Putih.
Sumber: Kyodo






Komentar (0)