Bisnis.com, JAKARTA — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea membantah tudingan aliran dana Rp50 miliar dari Taipan Properti Tan Kian ke kliennya, Febrie Adriansyah.
Hotman mengatakan, aliran dana puluhan miliar itu sempat menjadi materi yang ditanyakan oleh penyidik Kejagung ke kliennya.
“Menyangkut mengenai apakah benar Tan Kian, dia tahu memberikan uang Rp50 miliar lebih? Jawabannya tidak. Yang jelas menyangkut duit, tidak ada,” ujar Hotman di Kejagung, Jumat (17/7/2025) malam.
Dia menjelaskan, Febrie telah dicecar 18 pertanyaan oleh penyidik terkait dengan kasus dugaan korupsi dan pencucian yang terkait Asabri periode 2020-2024.
Dalam kasus itu, Tan Kian diduga telah memberikan uang suap kepada Febrie. Namun, kata Hotman, tudingan itu keliru lantaran status hukum Tan Kian tak pernah ditetapkan sebagai tersangka.
“Kalau dia pemberi suap, kenapa bukan sebagai tersangka sekarang? Kenapa yang [tersangka] malah Jampidsus yang begitu jabatan tinggi dalam penegak hukum langsung jadi tersangka?” imbuhnya.
Baca Juga
- Hotman Paris Resmi Ditunjuk jadi Pengacara eks Jampidsus Febrie Adriansyah
- Hotman Paris Tiba di Kejagung, Sinyal jadi Pengacara Febrie?
Dia pun menjelaskan, sejak penyidikan kasus Asabri hingga berkekuatan hukum tetap. Tan Kian hanya berstatus saksi. Sebab, Tan Kian memang tidak berkaitan dengan perkara tersebut.
Menurut Hotman, persoalan yang dikaitkan dengan Tan Kian hanya kerja sama operasional (KSO) dengan salah satu tersangka di kasus korupsi Asabri, yaitu Benny Tjokrosaputro.
Bahkan, tanah yang dikerjasamakan itu telah disita oleh korps Adhyaksa untuk memulihkan kerugian negara kasus Asabri sebelumnya.
“Tanah yang ada kerja sama operasional, tanahnya sudah disita Kejaksaan dan sudah proses lelang. Artinya zero, tidak ada harta dari pada Asabri yang diambil oleh Tan Kian yang merugikan keuangan negara,” pungkasnya.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.






Komentar (0)