Bangun Kemandirian Difabel, Lestari Moerdijat Dorong Pemanfaatan Teknologi AI

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan pemanfaatan artificial intelligence (AI) bagi penyandang disabilitas harus terus ditingkatkan sebagai bagian upaya melaksanakan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dia mengingatkan pembukaan UUD 1945 memberi mandat yang sangat jelas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berarti bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Kini Bisa Jadi Polisi Dalam UU Polri yang Baru

"Pemanfaatan AI bagi disabilitas merupakan bagian pelaksanaan amanat konstitusi," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya yang diterima JPNN.com, Jumat (17/7).

Menurut Lestari, kecerdasan buatan atau AI kini menjadi harapan baru bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

BACA JUGA: Pertamina Memberdayakan Difabel Kampung Rajut, Jadi Inspirasi Green Warrior Bandung

"Teknologi ini dinilai mampu menjadi alat bantu yang efektif untuk meningkatkan kemandirian, mulai dari mengenali objek sekitar hingga menerjemahkan bahasa isyarat," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Menurut Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR itu, AI menawarkan berbagai fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik.

BACA JUGA: Seskab Teddy Ungkap Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Progresif

"Bagi tunanetra, teknologi seperti computer vision dapat membantu mendeskripsikan gambar dan lingkungan sekitar,"" tambah Rerie.

Sementara itu, bagi tunarungu, fitur transkripsi ucapan ke teks (speech-to-text) dan penerjemahan bahasa isyarat membuka akses komunikasi yang lebih luas.

Rerie mengungkapkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) per Juni 2025 mencatat 3.128 mahasiswa disabilitas menuntut ilmu di 282 perguruan tinggi.

Hal itu menandakan semakin terbukanya akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas.

Di sisi lain, kata Rerie, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan masih banyak penyandang disabilitas yang bekerja di sektor informal (sekitar 70 persen).

"Penguasaan AI, dapat menjadi akselerator untuk membuka peluang ekonomi dan meningkatkan produktivitas penyandang disabilitas," tambah Rerie.

Rerie menegaskan dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat keadilan sosial yang memastikan transformasi digital di Indonesia mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk penyandang disabilitas. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Patra Niaga Rangkul Difabel untuk Berkarya dan Mandiri


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI, Akui Bangga: Hari Ini Saya Bahagia
• 9 jam lalu
0
thumb
Ada Konser di Monas, 13 Kereta dari Gambir Berhenti Tambahan di Jatinegara
• 2 jam lalu
0
thumb
Bawa Persib Hattrick Juara, 3 Pemain Asing Maung Bandung Langsung Perpanjang Kontrak 2 Tahun
• 18 jam lalu
0
thumb
Gaji UMP, Cek Daftar Kementerian yang Buka Magang Nasional 2026 di Jakarta
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemenhub dorong pelabuhan terintegrasi dukung logistik-pangan nasional
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.