Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong transformasi pelabuhan hijau dan cerdas untuk memperkuat sistem logistik, memperlancar distribusi pangan, meningkatkan efisiensi layanan, serta mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
"Kami terus mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan green and smart port yang berkelanjutan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwaganhi dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Menhub menekankan hal itu dalam acara "Green and Smart Port Initiatives - ASRI 2026" di Gresik, Jawa Timur.
Melalui program itu, Kemenhub menghadirkan sistem kepelabuhanan yang berbasiskan integrasi keberlanjutan lingkungan dan inovasi teknologi.
Dudy menyampaikan program green and smart port ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) 2026 merupakan salah satu pencapaian penting dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih berkelanjutan.
Langkah itu menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem logistik nasional, menjaga kelancaran distribusi pangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami mendorong pelabuhan-pelabuhan lain segera mengikuti gerakan ASRI ini, sehingga program Presiden dapat tercapai dan ke depan juga meliputi seluruh kegiatan transportasi,” tutur Dudy.
Penguatan pelabuhan ASRI mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, digitalisasi operasional, dan integrasi sistem logistik agar pelabuhan semakin hijau, cerdas dan kompetitif.
Ia menegaskan Kemenhub akan terus mendorong penerapan nilai ASRI di seluruh sektor transportasi.
Baca juga: Kemenhub dorong badan usaha pelabuhan tingkatkan layanan peti kemas
Baca juga: Kemenhub-Pemprov Papua perkuat konektivitas 3TP lewat Pelabuhan Korido
“Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga kegiatan transportasi lainnya dapat mengikuti, dan ini akan terus kita dorong supaya gerakan ASRI dapat tercapai dengan cepat,” jelas Dudy.
Program itu juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas. Sistem logistik yang andal menjadi kunci agar distribusi pangan berlangsung cepat, efisien, aman dan merata di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen insan pelabuhan, pada 2026 kembali diselenggarakan Green and Smart Port ASRI 2026. Program penganugerahan itu dirancang untuk mendorong pelabuhan di Indonesia menerapkan prinsip keberlanjutan, digitalisasi, efisiensi operasional dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Sejak 2019 hingga 2025 sudah ada 41 pelabuhan yang mengikuti asesmen green and smart port. Pada tahun ini terdapat delapan pelabuhan yang menerima penghargaan Green and Smart Port 2026.
Kedelapannya meliputi PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan dan Terminal Petikemas Bitung.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pelabuhan memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi juga sebagai simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional.
"Pelabuhan menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi, sehingga sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga dan menjaga stabilitas pangan,” kata Zulkifli.
Zulkifli mengatakan transformasi sektor logistik tidak dapat lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Menurutnya, tantangan besar di depan mata harus dijawab dengan pembaruan bertahap agar daya saing nasional semakin kuat.
Baca juga: Kemenhub revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa di Natuna
Baca juga: Kemenhub minta Pelindo kembangkan pelabuhan di Ketapang-Gilimanuk
"Kami terus mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan green and smart port yang berkelanjutan," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwaganhi dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Menhub menekankan hal itu dalam acara "Green and Smart Port Initiatives - ASRI 2026" di Gresik, Jawa Timur.
Melalui program itu, Kemenhub menghadirkan sistem kepelabuhanan yang berbasiskan integrasi keberlanjutan lingkungan dan inovasi teknologi.
Dudy menyampaikan program green and smart port ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) 2026 merupakan salah satu pencapaian penting dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih berkelanjutan.
Langkah itu menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem logistik nasional, menjaga kelancaran distribusi pangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami mendorong pelabuhan-pelabuhan lain segera mengikuti gerakan ASRI ini, sehingga program Presiden dapat tercapai dan ke depan juga meliputi seluruh kegiatan transportasi,” tutur Dudy.
Penguatan pelabuhan ASRI mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, digitalisasi operasional, dan integrasi sistem logistik agar pelabuhan semakin hijau, cerdas dan kompetitif.
Ia menegaskan Kemenhub akan terus mendorong penerapan nilai ASRI di seluruh sektor transportasi.
Baca juga: Kemenhub dorong badan usaha pelabuhan tingkatkan layanan peti kemas
Baca juga: Kemenhub-Pemprov Papua perkuat konektivitas 3TP lewat Pelabuhan Korido
“Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga kegiatan transportasi lainnya dapat mengikuti, dan ini akan terus kita dorong supaya gerakan ASRI dapat tercapai dengan cepat,” jelas Dudy.
Program itu juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas. Sistem logistik yang andal menjadi kunci agar distribusi pangan berlangsung cepat, efisien, aman dan merata di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen insan pelabuhan, pada 2026 kembali diselenggarakan Green and Smart Port ASRI 2026. Program penganugerahan itu dirancang untuk mendorong pelabuhan di Indonesia menerapkan prinsip keberlanjutan, digitalisasi, efisiensi operasional dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Sejak 2019 hingga 2025 sudah ada 41 pelabuhan yang mengikuti asesmen green and smart port. Pada tahun ini terdapat delapan pelabuhan yang menerima penghargaan Green and Smart Port 2026.
Kedelapannya meliputi PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan dan Terminal Petikemas Bitung.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pelabuhan memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi juga sebagai simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional.
"Pelabuhan menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi, sehingga sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga dan menjaga stabilitas pangan,” kata Zulkifli.
Zulkifli mengatakan transformasi sektor logistik tidak dapat lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional. Menurutnya, tantangan besar di depan mata harus dijawab dengan pembaruan bertahap agar daya saing nasional semakin kuat.
Baca juga: Kemenhub revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa di Natuna
Baca juga: Kemenhub minta Pelindo kembangkan pelabuhan di Ketapang-Gilimanuk






Komentar (0)