Perang AS-Iran Meluas ke Bahrain & Suriah, Harga Minyak Dunia Membara

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Suriah dan Bahrain, memperluas eskalasi konflik di kawasan setelah Washington kembali menggempur sejumlah target di Iran untuk malam keenam secara berturut-turut.

Berdasarkan laporan CNBC International, Jumat (17/7/2026), Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang pusat komando militer AS di wilayah al-Tanf, Suriah. Iran juga mengklaim menargetkan pesawat militer AS di Pangkalan Udara Sakhir, Bahrain.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari militer AS maupun pemerintah Suriah terkait klaim tersebut. Sementara itu, Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan telah mencegat sejumlah serangan udara yang diluncurkan Iran.

Selain Bahrain, Yordania dan Qatar juga mengonfirmasi telah mencegat rudal-rudal Iran yang melintas di wilayah udara masing-masing.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer AS (U.S. Central Command/CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan udara terhadap Iran. Operasi tersebut disebut menghantam puluhan target militer, termasuk sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik, dan kapabilitas maritim Iran.

CENTCOM juga menyebut lebih dari 50.000 personel militer AS saat ini masih bersiaga di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga

  • AS dan Iran Saling Serang, Begini Kondisi di Selat Hormuz Sekarang
  • Wamenlu: Tidak Ada WNI dan Jemaah Umrah Terdampak Eskalasi Perang AS-Iran
  • Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Terima Persyaratan

Media pemerintah Iran melaporkan serangan udara AS semalam menewaskan delapan orang dan melukai 20 lainnya. Pemerintah Iran juga menuduh serangan tersebut menghantam sejumlah infrastruktur sipil, termasuk jembatan, stasiun kereta api, dan bandara. Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Eskalasi terbaru ini terjadi ketika kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang dicapai bulan lalu semakin menunjukkan tanda-tanda keretakan. Kesepakatan tersebut sebelumnya ditujukan untuk meredakan konflik sekaligus membuka kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran berjalan sesuai rencana. Dalam pidato yang disampaikan kepada publik pada Kamis malam waktu setempat, Trump menyatakan pemerintahannya tengah meraih kemajuan dalam konflik tersebut.

"Kami juga sedang meraih kemenangan besar di Iran, dan Anda akan segera melihat hasilnya," kata Trump.

Sebelumnya, Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur strategis Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, apabila Teheran menolak kembali ke meja perundingan.

Ian Lesser, peneliti senior di German Marshall Fund (GMF), menilai terdapat risiko konflik antara AS dan Iran berkembang menjadi perang berkepanjangan.

"Ada risiko ke arah sana. Pada dasarnya, AS telah menjalani perang dingin dan sesekali perang terbuka dengan Iran selama puluhan tahun," ujarnya kepada CNBC.

Harga Minyak Membara

Meningkatnya tensi geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September naik 1,7% menjadi US$85,72 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat 2,2% menjadi US$80,63 per barel.

Sepanjang pekan ini, kedua kontrak minyak tersebut telah mencatat kenaikan lebih dari 11% dan berada di jalur menuju kinerja mingguan terbaik sejak akhir April.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hotman Ungkap Hasil Pemeriksaan Febrie Adriansyah: Dicecar 18 Pertanyaan, Tak Ditahan
• 13 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, 780 Batang Kayu Olahan Disita
• 19 jam lalu
0
thumb
Kementerian ESDM Pastikan Stok Distribusi BBM Pertalite dan Biosolar Aman
• 17 jam lalu
0
thumb
Polri Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, Ratusan Batang Kayu Olahan Disita
• 17 jam lalu
0
thumb
Penerapan Pelabuhan Ramah Lingkungan dan Berbasis Digital di Balantang, PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.