Novo Nordisk Ungkap Perlunya Pendekatan Kesehatan Mental dan Fisik Bagi Pasien Skizofrenia dengan Diabetes

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Novo Nordisk Indonesia memasarkan zat aktif semaglutide melalui dua produk dengan indikasi berbeda, yaitu Ozempic untuk terapi diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang telah disetujui.

"Penggunaannya merupakan obat resep yang harus berdasarkan evaluasi dan pengawasan dokter," kata Manajemen Novo Nordisk dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

Baca Juga :
Sahroni Minta Polisi Usut Dugaan Pelecehan Pasien di RS Martapura Sumsel
Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Bantu Pasien Turunkan Berat Badan Hampir 28 Persen

Mereka menjelaskan bahwa pengelolaan prediabetes pada pasien skizofrenia tidak hanya berpotensi memperbaiki pengendalian gula darah, tetapi juga memberikan manfaat terhadap kesehatan metabolik secara keseluruhan.

Ilustrasi diabetes
Photo :
  • pixel-shot.com dari Freepik

Hal tersebut memperkuat pentingnya pendekatan yang melihat kesehatan mental dan kesehatan fisik, sebagai dua aspek yang saling berkaitan dalam pelayanan kesehatan modern.

Sebab, prediabetes sendiri sering dipandang sebagai kondisi yang dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 apabila tidak ditangani dengan baik. Namun, pada kelompok pasien dengan skizofrenia, kondisi tersebut memiliki tantangan yang lebih kompleks.

Selain menghadapi gangguan kesehatan mental, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolik yang dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit jantung, stroke, maupun diabetes.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa risiko tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup, perubahan metabolisme, serta penggunaan beberapa obat antipsikotik generasi kedua yang diketahui dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

"Kondisi inilah yang mendorong para peneliti untuk mencari pendekatan yang tidak hanya membantu mengendalikan kadar gula darah, tetapi juga tetap menjaga stabilitas kesehatan mental pasien," ujarnya.

Hasilnya dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry, melalui penelitian bertajuk Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial.

Studi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kondisi metabolik pada pasien skizofrenia dapat memberikan manfaat lebih dari satu aspek, yaitu memperbaiki pengendalian gula darah sekaligus membantu menurunkan berat badan, tanpa ditemukan perburukan gejala kejiwaan selama penelitian berlangsung.

Baca Juga :
Perut Buncit pada Pria Bisa Jadi Alarm Diabetes Tipe 2, Kenali 9 Gejala Ini
Diabetes Melitus Tipe 2: Hal-Hal Penting yang Wajib Diketahui Pasien
Analisis Penyakit Diusulkan Pakai AI, Menkes: Dokter Harus Menyentuh dan Lihat Pasien Juga

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabar Terbaru Peggy Melati Sukma Usai Hijrah, Kini Tampil Bercadar dan Jadi Juragan Ternak Bersama Suami
• 3 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hebat di Permukiman Padat Kutai Kartanegara, 7 Rumah Ludes Dilalap Api
• 9 jam lalu
0
thumb
Kasus Eks Jampidsus Febrie, Polri Pastikan Emas 74 Kg dan Uang Valas Asli
• 14 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Indonesia akan Bangun 30-50 Pabrik Etanol untuk Percepat E20
• 1 jam lalu
0
thumb
Ketangkap Basah Saat Nyolong Motor, Dua Maling di Lembang Nyaris Diamuk Massa
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.