Viral Siswa SMP di Indramayu Dikeluarkan dari Sekolah Akibat Belum Bisa Baca, Disdik Beri Penjelasan

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Jagat maya diramaikan dengan kabar yang menyebutkan adanya siswa di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang dinarasikan dikeluarkan pihak sekolah karena belum bisa membaca. Terkait kabar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu, Caridin, memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi itu.

Caridin mengatakan, narasi yang menyebutkan bahwa siswa tersebut dikeluarkan oleh pihak sekolah adalah keliru. Ia memastikan, siswa itu keluar dari sekolahnya merupakan murni inisiatif dan permintaan dari pihak orangtuanya.

Baca Juga
  • Polisi Tetapkan Sopir Truk Wing Box Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut 12 Tewas di Pantura Indramayu
  • KDM Takziah ke Rumah Korban Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Beri Santunan Rp25 Juta per Orang
  • Berebut Bangku Depan, Tradisi Unik Hari Pertama Sekolah di Indramayu

“Itu juga kejadiannya sudah lama, pada Juni 2025. Dan kami menegaskan, anak tersebut bukan dikeluarkan, tapi pindah atas permintaan dari orang tua,” jelas Caridin, Jumat (17/7/2026).

Caridin menerangkan, siswa yang berinisial N itu diketahui belum lancar membaca saat pihak sekolah mengadakan kegiatan bimbingan literasi. Saat itu, N yang masih duduk di bangku kelas 7 diminta untuk membaca.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ternyata, siswa tersebut belum lancar membaca. Mengetahui hal itu, pihak sekolah berkomunikasi dengan orangtuanya.

Dari hasil komunikasi tersebut, pihak orangtua siswa memutuskan untuk memindahkan anaknya ke salah satu sekolah swasta di Kabupaten Indramayu. Keputusan orang tua siswa itu bahkan dikuatkan dengan surat pernyataan.

Caridin pun menunjukkan bukti surat pernyataan tersebut. Surat itu ditulis tangan dan ditandatangani oleh orang tua siswa itu di atas materai pada 26 Juni 2025.

Caridin menyatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke SMP swasta, tempat siswa itu kini bersekolah. Hal itu untuk memantau kondisi perkembangan siswa tersebut.

“Nanti akan kami coba lihat perkembangan dari siswa yang bersangkutan,” ucapnya. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Benarkan Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU
• 15 jam lalu
0
thumb
PT OD Dukung Langkah Wamensesneg Soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran
• 14 jam lalu
0
thumb
3.600 Pelari Lintas Alam dari 30 Negara Akan Bertarung di Cultra 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
ASABRI Pastikan Layanan Pensiun Prima Lewat Kemudahan Akses Autentikasi Digital Bagi Purnawirawan
• 13 jam lalu
0
thumb
BGN Raih Opini WTP dari BPK, Namun Akui Capaian Program Belum Penuhi Target
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.