HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Komunikasi yang terbuka antara guru, orang tua, dan siswa menjadi salah satu alasan orang tua mempercayakan pendidikan anak mereka di Rannu Harapan Islamic School (RHIS).
Pola komunikasi tersebut dinilai mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi siswa, baik di lingkungan sekolah mau pun di rumah.
Salah seorang orang tua siswa mengatakan, Anis Kurniawan mengaku, setiap kendala yang muncul selalu dibahas bersama melalui komunikasi yang melibatkan guru, orang tua, dan siswa. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci agar proses pendidikan berjalan searah.
“Kalau ada kendala di rumah maupun di sekolah, semuanya dibicarakan. Guru, orang tua, dan anak duduk bersama sehingga setiap persoalan bisa dicari solusinya. Komunikasinya sangat terbuka,” ujarnya, Jumat, 17 Juli.
Dia menuturkan, sebagai orang tua dirinya juga memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk menjalankan sistem pendidikan yang telah diterapkan. Selama anak berada di lingkungan sekolah, guru diberikan kewenangan penuh dalam membimbing dan mendidik siswa sesuai aturan yang berlaku.
“Ketika anak sudah berada di sekolah, kami menyerahkan proses pendidikannya kepada guru. Sekolah sudah punya sistem, jadi kami mengikuti. Kalau ada hal yang perlu dikomunikasikan, baru kami diskusikan bersama,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara pengawasan orang tua di rumah dan pembinaan yang dilakukan sekolah menjadi kombinasi yang efektif dalam mendukung perkembangan anak.
Dengan pola komunikasi yang terbuka, orang tua juga dapat memahami perkembangan maupun tantangan yang dihadapi anak selama mengikuti proses belajar.
Anis berharap, pola kolaborasi tersebut terus dipertahankan karena mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. (wid)






Komentar (0)