Makassar: Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kembali memperbarui data korban insiden tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa di Perairan Selayar. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, total penumpang yang berada di kapal tercatat sebanyak 78 orang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan etelah dilakukan verifikasi lanjutan bersama keluarga korban, pemerintah daerah, dan instansi terkait, jumlah keseluruhan awak dan penumpang kini tercatat 78 orang.
"Dari jumlah tersebut, 52 orang berhasil ditemukan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian," ujarnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menerangkanperubahan jumlah korban terjadi karena proses pendataan masih berjalan secara bertahap guna memastikan seluruh korban teridentifikasi dengan akurat.
"Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifest, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi," jelasnya.
Baca Juga :
Cari Korban KM Nurul Salsa, Basarnas Kerahkan Kapal dan Pesawat
Hal ini dilakukan agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar sahih.
"Dari pendataan itu tim mendapati bahwa ada tiga orang korban yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya, sehingga jumlah korban dalam pencarian pun bertambah," ungkap Muhammad Arif.
Ia juga menjelaskan pada hari ketiga pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, tim SAR gabungan melaksanakan operasi dengan membagi area pencarian menjadi dua sektor. Pencarian didukung oleh KN SAR Kamajaya 104 di sektor II, unsur udara Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin, serta KRI Marlin 877 yang melakukan penyisiran di sektor I.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan menemukan sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Namun hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari, belum ada tanda-tanda keberadaan korban lainnya.
"Pencarian hari ketiga terdapat temuan dari tim dari KN SAR Kamajaya yang sempat menemukan pelampung, namun tidak dapat diraih karena ombak yang terlalu tinggi. Meski demikian, seluruh informasi yang diperoleh di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya," kata Muhammad Arif.
Prajurit Kodaeral VI saat melakukan penyisiran untuk melakukan operasi SAR menggunakan KRI Marlin-877 mencari korban tenggelam dari Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa 01 di Laut Flores, berbatasan perairan Kepulauan Selayar, Sulsel, Kamis (16/7/2026). ANTARA
Ia juga menginformasikan bahwa KRI Marlin 877 telah menyelesaikan tugasnya dalam operasi SAR KM Nurul Salsa dan saat ini telah kembali ke perairan Makassar.
"Selanjutnya, operasi pencarian akan tetap dilanjutkan oleh unsur SAR gabungan yang masih berada di lokasi sesuai rencana operasi," ujarnya.
Basarnas Makassar mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban atau benda-benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa agar segera melaporkannya ke Posko SAR terdekat. Perkembangan operasi akan terus disampaikan secara berkala sesuai hasil temuan di lapangan.





Komentar (0)