Survival mode bukan sekadar merasa stres atau lelah setelah menjalani hari yang berat. Kondisi ini terjadi ketika tubuh dan pikiran terus merasa berada dalam ancaman, sehingga sistem saraf sulit kembali ke keadaan tenang.
Oleh sebab itu, cara keluar dari survival mode bukanlah menghilangkan semua stres, melainkan membantu tubuh merasa aman kembali dan menyelesaikan penyebab yang membuat kita terus berada dalam kondisi siaga. Mengutip dari Psychology Today, berikut beberapa langkah yang dapat membantu proses tersebut.
1. Kenali Sumber Tekanan yang SebenarnyaPemulihan dimulai dengan memahami apa yang sebenarnya membebani pikiran. Mengenali akar masalah membuat solusi yang diambil menjadi lebih tepat sasaran/ Foto: Freepik.com/Lifeforstock
Langkah pertama adalah berhenti menganggap semua rasa cemas atau lelah sebagai masalah pada diri sendiri. Cobalah mengenali apa yang sebenarnya sedang membebani pikiran, apakah pekerjaan yang menumpuk, konflik dalam hubungan, kehilangan seseorang, masalah keuangan, atau tuntutan yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri. Dengan mengetahui akar penyebabnya, kamu akan lebih mudah menentukan solusi yang tepat daripada hanya berusaha menghilangkan gejalanya.






Komentar (0)