JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian menyiagakan sebuah mobil tahanan di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menjelang aksi demonstrasi mahasiswa pada Jumat (17/7/2026) sore.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sebuah minibus berwarna abu-abu gelap bertuliskan "Mobil Tahanan Polsek Metro Tanah Abang" terparkir di samping Gedung Thamrin Nine dan UOB Plaza.
Baca juga: Massa Aksi Tak Diizinkan Demo di Patung Kuda, Polisi Jelaskan Alasannya
Kendaraan tersebut disiagakan bersama deretan bus polisi, mobil taktis (rantis), serta truk pengangkut personel yang ditempatkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, penempatan mobil tahanan merupakan bagian dari langkah antisipasi kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa.
"Ya itu kan kita kan antisipasi, segalanya kita kan antisipasi. Kalau terjadi sesuatu keributan atau ada apa itu kan kita pokoknya antisipasi semua," ujar Erlyn saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat.
Baca juga: Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
Erlyn menegaskan, mobil tahanan tersebut bukan disiapkan untuk mengangkut mahasiswa yang menggelar aksi, melainkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kerusuhan atau ada pihak lain yang menyusup.
"Antisipasi dari anarki, kalau terjadi keributan kan itu buat antisipasi. Itu bukan buat mahasiswa, tapi kalau ada kelompok lain, istilahnya jika terjadi sesuatulah kita kan udah siap kayak gitu, untuk antisipasi kalau ada penyusup," jelas Erlyn.
Menurut dia, penempatan mobil tahanan dalam pengamanan demonstrasi bukanlah hal baru, melainkan prosedur yang sudah lama diterapkan kepolisian.
"Ya dari dulu emang begitu Mas, udah siap itu. Dari dulu memang gitu, sudah ada itu (mobil tahanan)," ungkapnya.
Baca juga: Alasan Polisi Siagakan Puluhan Kendaraan TNI-Polri di Dukuh Atas Jelang Demo Mahasiswa
Selain di kawasan Dukuh Atas, mobil tahanan juga disiagakan di titik utama aksi massa di Jalan Medan Merdeka Selatan.
"Ya pokoknya buat antisipasi. Untuk antisipasi ya, bukan buat apa-apa, bukan buat mahasiswa bukan," tutup Erlyn.
Aksi Bawa Tiga TuntutanMahasiswa dan sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat siang.
Aksi bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran" itu membawa tiga tuntutan utama, yakni:
- Kembalikan kedaulatan masyarakat sipil.
- Bongkar total sistem negara.
- Selamatkan pendidikan Indonesia.
Untuk mengamankan jalannya aksi, kepolisian mengerahkan 4.132 personel gabungan.
Terkait arus lalu lintas, polisi akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di kawasan Monas hingga Bundaran HI, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi diimbau menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati. Silakan gunakan rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung," tutup Erlyn.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)