iPhone di China Bakal Beda Sendiri, Fitur Ini Tak Ada di Negara Lain

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna iPhone di China akhirnya mendapatkan kabar gembira. Layanan kecerdasan buatan generatif Apple Intelligence telah resmi mendapatkan registrasi dari regulator internet China, membuka jalan peluncuran fitur yang selama ini dinanti-dengan sentuhan teknologi raksasa lokal seperti Baidu dan Alibaba.

Kepastian ini muncul setelah otoritas pengatur ruang siber China menyetujui pendaftaran layanan AI buatan Apple tersebut. Langkah ini merupakan syarat mutlak yang berlaku di China: setiap model bahasa besar (large language model/LLM) dan layanan AI generatif wajib terdaftar dan memenuhi standar keamanan data serta konten sebelum bisa diakses masyarakat luas.

Selama ini, fitur AI canggih Apple belum bisa dinikmati secara penuh di wilayah China karena belum memenuhi ketentuan regulasi setempat. Kini, status registrasi ini menandai langkah resmi layanan tersebut untuk hadir di pasar terbesar kedua Apple di dunia.


Sesuai ketentuan yang berlaku, Apple tidak akan menggunakan model AI asli yang dikembangkan di kantor pusatnya untuk pasar China. Berdasarkan sumber yang dikutip Reuters (16/7/2026), Apple Intelligence akan mengandalkan kemampuan dari dua raksasa teknologi lokal yaitu Ernie milik Baidu dan Qwen milik Alibaba.

Pilihan Redaksi
  • Gagal Bikin Mobil, Apple Malah Ketemu Senjata Rahasia Masa Depan
  • Akhirnya Orang China Bisa Rasakan Pakai iPhone Versi Sebenarnya

Kedua perusahaan lokal telah mengonfirmasi kerja sama ini. Alibaba menyatakan model Qwen-nya akan terintegrasi ke seluruh sistem operasi Apple di China, mulai dari iOS di iPhone, iPadOS di iPad, macOS di komputer Mac, hingga visionOS untuk perangkat Vision Pro. Sementara juru bicara Baidu menegaskan pihaknya juga berkolaborasi mengembangkan berbagai fitur inti Apple Intelligence bagi pengguna di negara tersebut.

Dengan cara ini, fitur seperti penulisan ulang teks, ringkasan dokumen, hingga pengendalian perangkat lewat perintah suara akan berjalan dengan memanfaatkan teknologi lokal yang sudah disesuaikan dengan konteks bahasa dan kebutuhan pengguna China.

Perkuat Posisi iPhone di Pasar China

Kehadiran fitur AI ini dinilai sangat penting bagi posisi Apple di China. Belakangan ini, persaingan pasar ponsel pintar di sana makin ketat dengan kehadiran pesaing lokal seperti Huawei, Xiaomi, dan Vivo yang sudah duluan meluncurkan layanan AI bawaan.

Bahkan Apple baru saja mencatat pertumbuhan pengiriman yang kuat di kuartal kedua tahun ini, naik 24,4% secara tahunan. Kehadiran Apple Intelligence diprediksi akan semakin mendongkrak daya tarik produk Apple di mata konsumen China yang sudah lama menantikan fitur setara dengan yang ada di negara lain.

Sampai saat ini, pihak regulator maupun Apple belum merilis tanggal pasti peluncuran resmi layanan ini untuk publik China.

Dalam perkembangan terpisah, otoritas China juga memberikan persetujuan registrasi untuk perangkat pintar Nubia-Doubao yang dikembangkan ZTE. Merek Nubia adalah lini ponsel milik ZTE, dan perangkat ini dikembangkan berkat kerja sama dengan ByteDance, pengembang TikTok dan Douyin, dengan fokus utama pada integrasi teknologi AI canggih.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Insiden TPA Cipayung Depok Terbakar, 10 Damkar Dikerahkan | KOMPAS MALAM
• 16 jam lalu
0
thumb
Mengenal Dark Figure of Crime, Alasan Angka Kejahatan Nyata Selalu Lebih Banyak
• 9 jam lalu
0
thumb
Blok Masela Diperkirakan Beri Kontribusi Rp2.477 Triliun ke Ekonomi RI
• 22 jam lalu
0
thumb
Bek Alumni Piala Dunia 2026 Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung Menuju Vietnam
• 22 jam lalu
0
thumb
Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperluas, Pesawat Boeing Dikerahkan
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.