Blok Masela Diperkirakan Beri Kontribusi Rp2.477 Triliun ke Ekonomi RI

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bahlil menyebutkan kontribusi proyek ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diperkirakan mencapai USD137,8 miliar atau lebih dari Rp2.447 triliun.

Blok Masela Diperkirakan Beri Kontribusi Rp2.477 Triliun ke Ekonomi RI. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan proyek strategis nasional (PSN) Gas Abadi Blok Masela bakal memberikan kontribusi luar biasa bagi perekonomian Indonesia. 

Dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menyebutkan kontribusi proyek ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diperkirakan mencapai USD137,8 miliar atau lebih dari Rp2.447 triliun.

Baca Juga:
Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Hadir Langsung Groundbreaking Proyek Gas Abadi Blok Masela di Maluku

"Kami melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi terhadap PDB nasional sekitar USD137,8 miliar," ujar Bahlil dalam Groundbreaking Blok Masela, Kamis (16/7/2026).

Tak hanya di level nasional, Bahlil menyebut dampak ekonomi lokal juga sangat besar. Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku diproyeksikan mencapai USD95 miliar, sementara untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar sendiri diperkirakan menyentuh angka USD92 miliar.

Baca Juga:
Blok Masela Harus Saling Menguntungkan, Prabowo: Kita Malu Kalau Mitra Kita Rugi

"Karena kami berpandangan bahwa investasi masuk penting, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah di mana investasi dan negara rakyat bangsa Indonesia," kata Bahlil. 

Dari sisi fiskal, proyek ini diproyeksikan menyumbang pendapatan langsung kepada negara sebesar USD37,8 miliar. Selain itu, terdapat potensi pajak tidak langsung sebesar USD6,43 miliar yang akan masuk ke kas negara selama masa konstruksi dan operasi.

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Abadi Blok Masela Dapat Ganti Untung

Total nilai investasi proyek ini mencapai USD20,95 miliar atau hampir Rp390 triliun. Dengan nilai sebesar itu, Blok Masela diharapkan dapat memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun dan 35.000 barel kondensat per hari.

Bahlil menegaskan gas dari Blok Masela tidak hanya untuk ekspor. Sebanyak 60 persen produksi akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, termasuk mendukung industri hilirisasi melalui pembangunan pabrik pupuk oleh PT Pupuk Indonesia di wilayah tersebut. Sisanya, maksimal 40 persen akan dialokasikan untuk pasar ekspor.

Proyek raksasa ini juga menjadi magnet bagi lapangan kerja. Bahlil menyebutkan sekitar 12.000 tenaga kerja akan terserap pada masa konstruksi, dan sekitar 800 hingga 1.000 orang pada masa operasi. Dia memberikan instruksi tegas agar masyarakat lokal menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk tapi kita tidak memprioritaskan mereka. Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari Ring 1 dan Ring 2," kata Bahlil. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Japan Open 2026: 5 Wakil Indonesia Main Hari Ini
• 15 jam lalu
0
thumb
Wall Street Menguat Usai Inflasi AS Mereda, Kinerja Bank Lampaui Ekspektasi
• 19 jam lalu
0
thumb
Jalan Berliku Koperasi Kelurahan di Tengah Rimba Minimarket Ibu Kota
• 18 jam lalu
0
thumb
Diundang Menteri HAM ke Kantornya, Sumarsih: Saya Tidak Mau Percaya Mereka
• 6 jam lalu
0
thumb
Cecilia Cheung Ungkap Alami Anemia Parah, Penggemar Khawatirkan Kondisi Kesehatannya
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.