TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sebanyak empat RT di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, mengalami kekeringan pada Jumat (17/7/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mendistribusikan 13.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.
Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Coky Harianto, mengatakan, distribusi air bersih dilakukan di RT 02 RW 01, RT 04 RW 02, RT 011 RW 04, dan RT 013 RW 05.
Baca juga: Pengeluaran Gen Z Jakarta Tembus Rp 11,9 Juta, PayLater Jadi Penolong atau Beban?
"Jumlah KK (kepala keluarga) yang terdampak ada 95 KK," ujar Coky saat ditemui Kompas.com di Keranggan, Setu, Jumat.
Menurut dia, pendistribusian air bersih telah dilakukan sejak 8 Juli 2026 dan masih berlangsung untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan memperoleh air bersih.
"Setiap hari kita mengirim air ke daerah yang terdampak kekeringan," kata dia.
Adapun penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan yang diajukan pengurus RT dan RW melalui kelurahan.
Selanjutnya, kelurahan meneruskan permintaan tersebut kepada BPBD untuk segera ditindaklanjuti.
"Langsung kita tindaklanjuti dengan mengirim bantuan air bersih ke daerah yang terdampak," kata Coky.
Ia mengimbau warga yang mengalami kekeringan untuk mengajukan permohonan bantuan melalui kelurahan dengan melampirkan jumlah kepala keluarga terdampak.
Baca juga: Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
"Caranya cukup bersurat melalui kelurahan setempat dengan melampirkan jumlah KK yang terdampak. Lalu dikirim surat melalui kelurahan ke BPBD Kota Tangerang Selatan untuk langsung kita tindaklanjuti," ujar dia.
Sementara itu, Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah, mengatakan wilayahnya menjadi salah satu kawasan yang mengalami kesulitan air.
Kondisi tersebut membuat sumur warga mulai mengering sejak sekitar dua pekan lalu.
Ia menyebutkan, dari tiga RT yang berada di wilayahnya, dua RT terdampak kekeringan, yakni RT 04 dan RT 06.
"Sementara ini baru dua RT. RT 04 hampir ada 10 KK yang terdampak kekeringan. Di RT 06 malah yang paling parah karena kondisi tanahnya," ujar Nasrullah kepada Kompas.com.
Komentar (0)