Harga CPO Melemah Jelang Akhir Pekan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Jumat (17/7/2026), mengikuti pelemahan harga minyak nabati di Bursa Dalian, China.

Harga CPO Melemah Jelang Akhir Pekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Jumat (17/7/2026), mengikuti pelemahan harga minyak nabati di Bursa Dalian, China.

Kontrak acuan CPO pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,22 persen menjadi 4.596 ringgit per ton pada pukul 15.23 WIB.

Baca Juga:
Astra (ASII) Gelar RUPSLB, Setujui Rencana Buyback Saham hingga Rp8 Triliun

Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut menguat 1,73 persen.

"Kontrak berjangka CPO Bursa Malaysia dibuka sedikit lebih rendah, mengikuti pergerakan beragam harga minyak nabati pesaing," kata seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Abaikan Radar UMA, Saham Asia Sejahtera (AGAR) Lanjut ARA

Ia menambahkan, harga diperkirakan bergerak konsolidasi dalam kisaran sempit seiring pelaku pasar menunggu katalis baru.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,52 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,18 persen.

Baca Juga:
Eastparc Hotel (EAST) Raup Laba Bersih Rp16,9 Miliar di Semester I-2026

Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 1,02 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling bersaing di pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah naik pada Jumat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkatkan serangan di kawasan Teluk.

Gencatan senjata yang rapuh membatasi arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sementara Teheran meminta kelompok Houthi untuk bersiap menutup jalur ekspor di Laut Merah.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik secara ekonomi.

Di sisi lain, Pusat Prediksi Iklim Amerika Serikat (U.S. Climate Prediction Center) menyatakan fenomena El Nino menguat dalam sebulan terakhir dan diperkirakan semakin intensif sepanjang 2026 serta berlanjut hingga awal 2027. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM
• 7 jam lalu
0
thumb
Diduga Sopir Microsleep, Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan Tewaskan 5 Orang
• 20 jam lalu
0
thumb
Tiba-Tiba Ganti Pemain dan Bertahan Saat Inggris Baru Unggul 1-0, Thomas Tuchel Diselidiki FA
• 9 jam lalu
0
thumb
Saham SpaceX Ditutup di Bawah Harga IPO untuk Pertama Kali sejak Go Public
• 11 jam lalu
0
thumb
Viral Pria Pamer Alat Kelamin di JPO Grogol Jakbar, Polisi Selidiki
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.