Indef: Investasi Rp1,25 triliun di IKN dorong kutub pertumbuhan baru

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai masuknya investasi asing baru ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan nilai mencapai Rp1,25 triliun menjadi momentum pembentukan pusat atau kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Esther mengatakan investasi, yang masuk ke IKN tidak hanya memberikan dampak terhadap pembangunan kawasan inti, tetapi juga berpotensi mendorong perkembangan ekonomi di wilayah sekitar melalui peningkatan infrastruktur dan konektivitas.

"Kalau investasi masuk ke IKN saya rasa ini mendorong tumbuhnya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah," ujar Esther saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kehadiran investasi di IKN akan memperkuat ekosistem pendukung ekonomi kawasan.

Pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, konektivitas, serta jaringan listrik pintar dapat membuka peluang baru bagi aktivitas usaha dan investasi di daerah sekitar.

"Dengan investasi masuk ke IKN, maka daerah sekitar IKN mendapat akses jalan yang lebih baik, konektivitas lancar, dan jaringan listrik pintar," katanya.

Sebelumnya, investor asal China PT Star Bright International Investment, yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group, memulai pekerjaan konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Sub-Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (15/7/2026).

Berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi, proyek ini akan menghadirkan kawasan terpadu yang mencakup apartemen, restoran, area ritel, dan perkantoran.

Hunian yang dibangun menyediakan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur yang dilengkapi ruang keluarga, serta didukung berbagai fasilitas, seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau.

Seluruh kawasan dirancang dengan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip pembangunan IKN.

"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini, kita dapat melihat istana negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada 2028," ujar Kepala Otoritas IKN Basuki Hadimuljono.

Baca juga: Investor China mulai konstruksi proyek apartemen-perkantoran di IKN

Baca juga: Basuki sebut 170 proyek di IKN utamakan kualitas

Baca juga: Otorita IKN yakin pembangunan tahap 2 makin tumbuhkan ekonomi sekitar


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, Kepercayaan dan Efisiensi Waktu Layanan Jadi Tantangan
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) Emas Jadi USD131.839 per Kg di Juli 2026
• 35 menit lalu
0
thumb
RUU Ketenagakerjaan dan Politik Mengelola Ketidakpastian
• 12 jam lalu
0
thumb
Prabowo Mau Hemat Anggaran TNI dan Polri Demi Kurangi Kemiskinan
• 55 menit lalu
0
thumb
Pacu Ekspansi Bisnis, Bipang Ambawang Perluas Jangkauan Pasar Kuliner Khas Dayak
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.