Pacu Ekspansi Bisnis, Bipang Ambawang Perluas Jangkauan Pasar Kuliner Khas Dayak

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Jelang hari jadinya keenam pada 3 November 2026, Bipang Ambawang terus memperluas jangkauan pasar dengan membuka outlet kelima di Green Lake City yang dijadwalkan beroperasi pada 31 Juli 2026.

Founder Bipang Ambawang, Juniarto mengatakan, langkah ekspansi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kuliner khas Dayak Kalimantan Barat, kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga :
Terapkan Green and Smart Port, Pupuk Kaltim Dorong Eisiensi Operasional hingga Digitalisasi Bisnis
4 Shio dengan Prospek Kekayaan dan Karier Paling Cerah di 2026

Dia mengatakan, sejak awal restorannya tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha kuliner, tetapi juga membawa misi mengenalkan kekayaan kuliner Dayak kepada masyarakat Indonesia.

"Sejak awal saya ingin kuliner Dayak tidak hanya dikenal oleh masyarakat Dayak sendiri, tetapi juga bisa dinikmati semua kalangan. Kami percaya makanan tradisional memiliki potensi untuk diterima lebih luas tanpa kehilangan identitas budayanya," kata Juniarto dalam keterangannya, Kamis, 16 Juli 2026.

Sejumlah peserta dari Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang melakukan persiapan penyambutan tamu saat pembukaan pentas seni budaya Dayak di Pendopo Bupati Ketapang, Kalimantan Barat
Photo :
  • ANTARA FOTO/Heribertus Suciadi

Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap sejumlah menu khas Dayak menunjukkan bahwa kuliner daerah memiliki peluang berkembang di pasar nasional. Salah satu menu yang kini menjadi favorit pelanggan adalah Daukng Manggala Tutuk, hidangan pendamping khas Dayak yang sebelumnya relatif belum dikenal di luar Kalimantan.

Saat ini, Bipang Ambawang telah hadir di Ambawang, Pontianak, East Coast Pantai Indah Kapuk, I.D.D Pantai Indah Kapuk 2, Hampton Square Gading Serpong, serta akan segera membuka outlet di Green Lake City.

Selain memperluas jaringan restoran, Bipang Ambawang juga mengangkat unsur budaya Dayak melalui konsep restorannya. Sejumlah outlet mengusung konsep Heritage dengan nuansa budaya Dayak, sementara outlet lainnya menggunakan konsep Signature yang lebih modern.

Perusahaan juga melibatkan sumber daya manusia dari komunitas Dayak dalam operasional restoran. Saat ini, sekitar 70 persen karyawan Bipang Ambawang merupakan putra-putri Dayak yang mendapatkan pelatihan mengenai pelayanan, kebersihan, dan standar operasional restoran.

Menurut Juniarto, langkah tersebut dilakukan agar pengenalan budaya Dayak tidak hanya melalui makanan, tetapi juga melalui kualitas pelayanan.

"Kami ingin masyarakat mengenal budaya Dayak bukan hanya dari kulinernya, tetapi juga melalui keramahan dan profesionalisme orang-orang yang bekerja di dalamnya," ujarnya.

Baca Juga :
Transaksi Pembayaran Biaya Sertifikasi Halal di Bank Muamalat Meroket
Daftar 7 Kuliner Khas Medan yang Bikin Susah Move On
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026, Dukung Asta Cita Pemerintah RI

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Conor McGregor Mendadak Resmi Umumkan 2 Hal Penting Usai Kalah Memalukan di UFC 329
• 18 jam lalu
0
thumb
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Abadi Blok Masela Dapat Ganti Untung
• 11 jam lalu
0
thumb
Komentar Messi Usai Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Groundbreaking Blok Masela Hari Ini
• 23 jam lalu
0
thumb
Jejak Terakhir Dokter PPDS Anestesi di Riau Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan di Semak Belukar, Di Mana?
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.