Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina yang Pernah Terseret Kasus Prostitusi dan Narkoba

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY – Sorotan final Piala Dunia 2026 tak hanya tertuju pada duel Spanyol melawan Argentina. Penunjukan Slavko Vincic sebagai wasit utama justru memunculkan kembali kisah lama. Namanya pernah terseret kasus prostitusi dan narkoba.

Di balik reputasinya sebagai salah satu pengadil terbaik Eropa, terdapat kontroversi. Namun, bagaimana perjalanan karier hingga fakta sebenarnya di balik kasus tersebut?

Final Piala Dunia 2026 antara Timnas Spanyol dan Argentina akan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari. Menjelang laga yang menjadi penutup turnamen tersebut, FIFA resmi mengumumkan susunan perangkat pertandingan yang akan bertugas memimpin duel bergengsi itu.

Kepercayaan diberikan kepada wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk menjadi pengadil utama di lapangan. Penunjukan tersebut kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu wasit elite Eropa yang kerap dipercaya menangani pertandingan berlevel tinggi.

Dalam memimpin laga nanti, Vincic akan didampingi dua kompatriotnya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, sebagai asisten wasit. Sementara itu, Adham Makhadmeh dari Yordania ditunjuk sebagai ofisial keempat, sedangkan Mohammad Alkalaf bertugas sebagai wasit cadangan.

Sudah Pimpin Tiga Laga

Nama Slavko Vincic bukan sosok baru sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Wasit berusia 46 tahun itu sudah memimpin tiga pertandingan sejak fase awal turnamen.

Tiga laga yang berada di bawah kepemimpinannya adalah Brasil kontra Maroko pada fase grup, Yordania menghadapi Aljazair di fase grup, serta Meksiko melawan Ekuador pada babak 32 besar.

Sepanjang tiga pertandingan tersebut, Vincic mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah.

Kartu merah itu muncul ketika memimpin duel Meksiko kontra Ekuador. Bek Ekuador, Piero Hincapie, diganjar kartu merah langsung setelah dianggap melanggar regulasi baru FIFA yang melarang pemain menutupi mulut menggunakan tangan saat berada di lapangan.

Pengalaman Final Kompetisi Eropa

Karier Slavko Vincic di dunia perwasitan telah berlangsung cukup panjang. Pria kelahiran Maribor, Slovenia, itu mulai memimpin pertandingan Liga Slovenia sejak 2007 sebelum memperoleh lisensi FIFA pada 2010.

Selama lebih dari satu dekade berkarier di level internasional, Vincic dipercaya menangani berbagai pertandingan penting di Eropa.

Ia menjadi wasit final Liga Europa musim 2021/2022 yang mempertemukan Eintracht Frankfurt melawan Rangers. Dua tahun kemudian, UEFA kembali menunjuknya memimpin final Liga Champions 2023/2024 antara Borussia Dortmund menghadapi Real Madrid.

Pengalaman di Piala Dunia juga bukan hal baru baginya. Vincic telah mencicipi panggung sepak bola terbesar dunia pada edisi 2022 di Qatar.

Kala itu, ia memimpin dua pertandingan, termasuk laga mengejutkan ketika Argentina takluk 1-2 dari Arab Saudi pada fase grup. Satu pertandingan lainnya adalah Wales melawan Inggris.

Rekam Jejak Positif

Menariknya, Timnas Spanyol memiliki catatan cukup baik setiap kali dipimpin Slavko Vincic. Berdasarkan laporan media Argentina Doble Amarilla, wasit asal Slovenia tersebut sudah memimpin lima pertandingan La Furia Roja.

Hasilnya, Spanyol belum pernah menelan kekalahan dengan torehan tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Laga terakhir yang dipimpin Vincic untuk Spanyol terjadi pada semifinal Euro 2024 saat menghadapi Prancis.

Dalam pertandingan tersebut, La Furia Roja menang 2-1 berkat gol Lamine Yamal dan Dani Olmo sehingga memastikan tiket menuju partai final.

Kasus Prostitusi dan Narkoba

Di balik reputasinya sebagai wasit papan atas Eropa, Slavko Vincic juga pernah menjadi perhatian dunia karena sebuah insiden yang terjadi pada 2020.

Namanya sempat masuk dalam pemberitaan internasional setelah aparat kepolisian Bosnia dan Herzegovina menggelar penggerebekan di sebuah hotel di wilayah Bijeljina.

Operasi tersebut membongkar dugaan praktik prostitusi, peredaran narkoba, hingga kepemilikan senjata ilegal. Puluhan orang diamankan dalam operasi tersebut bersama sejumlah barang bukti berupa narkotika, uang tunai, dan senjata.

Slavko Vincic ikut diamankan untuk dimintai keterangan karena berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung.

Namun, setelah proses penyelidikan dilakukan, aparat tidak menemukan bukti yang menghubungkannya dengan aktivitas kriminal tersebut. Ia pun dibebaskan tanpa dikenakan tuntutan apa pun.

Kala itu, Vincic menjelaskan bahwa dirinya berada di Bosnia dan Herzegovina untuk urusan pekerjaan.

Ia mengaku menerima undangan menghadiri sebuah pertemuan tanpa mengetahui kegiatan sebenarnya yang berlangsung di lokasi tersebut.

“Saya berada di sana karena memenuhi undangan untuk sebuah pertemuan. Saya sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu,” jelas Slavko Vincic kala memberikan penjelasan setelah dibebaskan.

Penyelidikan akhirnya menyimpulkan tidak ada bukti yang mengaitkan Vincic dengan jaringan prostitusi maupun peredaran narkoba. Meski demikian, insiden tersebut masih sering kembali menjadi sorotan setiap kali ia dipercaya memimpin pertandingan besar, termasuk final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bom PD II di Biak Meledak Ternyata Gegara Digergaji 5 Warga
• 22 jam lalu
0
thumb
Jelang Dilimpahkan ke Kejagung, Begini Penampakan Don Ritto
• 3 jam lalu
0
thumb
Cara Daftar Program Magang Nasional 2026, Ini Syarat Membuat Akun SIAPKerja dan Langkah Pendaftarannya
• 13 jam lalu
0
thumb
Artificial Intelligence, Perlindungan Konsumen, dan Keadilan di Kawasan ASEAN
• 9 jam lalu
0
thumb
Penyebab Kebakaran TPA Cipayung Diusut, Pemkot Depok Siapkan Mitigasi
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.