Menteri PU Sebut Bendungan Rukoh Perkuat Pengendalian Banjir dan Ketahanan Pangan di Pidie

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, berperan mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung penyediaan air irigasi, air baku, dan ketahanan pangan nasional.

Bendungan Rukoh Diperkuat untuk Mitigasi Banjir

Dody mengatakan pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air agar memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari irigasi, penyediaan air baku, energi, hingga perlindungan kawasan hilir dari ancaman banjir.

Ia mengungkapkan, "Betapa pentingnya pekerjaan mengelola air. Air yang tertampung di bendungan harus menjadi irigasi bagi sawah, air baku bagi masyarakat, energi yang dapat dikembangkan, dan perlindungan bagi kawasan hilir."

Bendungan Rukoh yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 687 hektare sehingga diproyeksikan menjadi infrastruktur pendukung mitigasi bencana hidrometeorologi.

Kabupaten Pidie merupakan salah satu wilayah di Aceh yang beberapa kali terdampak banjir akibat tingginya intensitas hujan yang memicu luapan sungai dan genangan di kawasan permukiman maupun lahan pertanian.

Kehadiran Bendungan Rukoh diharapkan mampu mengendalikan debit aliran sungai sehingga limpasan air ke kawasan hilir dapat dikurangi.

Dukung Irigasi Ribuan Hektare Sawah

Bendungan Rukoh memiliki fungsi reduksi banjir seluas 51 hektare dan dirancang untuk membantu pengendalian banjir hingga periode ulang 50 tahunan di Kabupaten Pidie.

Fungsi tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan yang berada di aliran Sungai Krueng Rukoh dan mendapat suplai air dari Bendung Pengarah Sungai Krueng Inong itu akan mengairi Daerah Irigasi Baro Raya seluas 12.194 hektare.

Manfaat irigasi tersebut terutama akan dirasakan kawasan pertanian di Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PSS Sleman Masih Bidik Pemain Asing dan Lokal, Pieter Huistra Memastikan Skuad Semakin Kompetitif
• 5 jam lalu
0
thumb
Aturan Penulisan Nama dalam Dokumen Kependudukan
• 15 jam lalu
0
thumb
Gugat Mantan Istri Andre Taulany Senilai Rp 1 Miliar, Ini Klaim Kerugian Nur Buntut Kerja di Rumah Erin
• 5 jam lalu
0
thumb
Bandung Siapkan Regulasi Dukung Akselerasi Pembangunan 1.000 Unit Rusun
• 23 jam lalu
0
thumb
Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Ucapkan Ikrar Mandiri di Depan Gus Ipul
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.