Bisnis.com, PEKANBARU — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbarriau Kepri mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) guna memperkuat kemandirian ekonomi
Pelatihan yang digelar di Kantor UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Riau tersebut memberikan pembekalan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan kepada peserta agar mampu mengembangkan potensi ekonomi secara produktif dan berkelanjutan.
Program PEKA yang diinisiasi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
Tidak hanya memberikan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan juga berupaya meningkatkan kemampuan peserta agar mampu menciptakan peluang usaha dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi dan keterampilan menjadi modal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
"Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik pelaksanaan Program PEKA ini karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan usaha, serta menjadi pribadi yang mandiri dan produktif," ujar Zulkifli, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga
- Rencana Gunakan AI di Pertanian, Bobby Nasution Ingatkan DEN Soal Kapasitas SDM
- Kemenperin dan BPDP Cetak UMKM Sawit Riau Berdaya Saing
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Kepri Ibkar Saloma mengatakan kemampuan sumber daya manusia merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
Menurutnya, banyak masyarakat memiliki potensi untuk berusaha, tetapi belum seluruhnya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola usaha. Karena itu, Program PEKA dirancang untuk memberikan bekal praktis mulai dari membangun ide usaha hingga mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
"BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika risiko kerja terjadi, tetapi juga berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan peserta melalui berbagai program pemberdayaan. Peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci agar peserta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi kegiatan ekonomi yang produktif," kata Ibkar.
Kerangka Program PEKADalam pelaksanaannya, Program PEKA menggunakan kerangka 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Pada tahap pelatihan, peserta dibekali kompetensi kewirausahaan. Peserta yang dinilai berpotensi kemudian diarahkan ke tahap Produktif, dengan target minimal 10% melanjutkan ke tahap tersebut, sebelum memasuki tahap Profit untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Materi pelatihan meliputi manajemen keuangan, manajemen utang dan risiko, penyusunan Business Model Canvas (BMC), serta strategi pemasaran digital. Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan mampu mengelola usaha, memahami risiko, menyusun model bisnis, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
"Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan ilmu selama pelatihan, tetapi mampu mengimplementasikannya menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak peserta yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri, membuka peluang kerja, dan menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya," ujar Ibkar.
Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM tidak hanya berdampak pada peserta, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan mengelola usaha.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan pemangku kepentingan lainnya agar pemberdayaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga peserta menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
"Pada akhirnya, perlindungan sosial dan peningkatan kapasitas ekonomi harus berjalan beriringan. Pekerja membutuhkan perlindungan ketika menghadapi risiko, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya," tutup Ibkar.





Komentar (0)