Jakarta: Investasi asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap baru. PT Star Bright International Investment, perusahaan asal China yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group, resmi memulai pembangunan kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Groundbreaking proyek yang berlangsung pada Rabu (15/7) itu menandai realisasi investasi asing pertama di kawasan IKN. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 15.501 meter persegi yang berada di Sub-Wilayah Perencanaan (WP) 1B.
Baca juga: Penelitian BRIN Ungkap Ketersediaan Air di IKN Cuma SedikitKawasan tersebut akan menggabungkan fungsi hunian, perkantoran, pusat kuliner, dan area komersial dalam satu kawasan terpadu. Apartemen yang dibangun menawarkan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur lengkap dengan ruang keluarga.
Untuk menunjang kenyamanan penghuni, pengembang juga menyiapkan berbagai fasilitas, seperti kolam renang, pusat kebugaran, ruang terbuka hijau, serta area komersial. Seluruh desain kawasan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi pembangunan IKN sebagai kota masa depan.
Kepala Otoritas IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan lokasi proyek memiliki posisi strategis karena berada di dekat kawasan pemerintahan.
"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita bisa melihat Istana Negara, serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Seluruh kawasan tersebut ditargetkan selesai pada 2028," ujar Basuki.
Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2026 dan menjadi tonggak penting dalam menarik lebih banyak investasi internasional ke IKN.
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, mengaku optimistis terhadap prospek pembangunan IKN. Menurutnya, pengalaman membangun kota dari tahap awal membuat pihaknya yakin kawasan tersebut akan berkembang menjadi kota modern yang menarik.
Selain proyek kawasan terpadu, pihaknya juga membuka peluang investasi lanjutan di sektor perhotelan dan pariwisata.
Prosesi peletakan batu pertama turut dihadiri delegasi bisnis dan calon investor dari berbagai perusahaan serta organisasi asal China, di antaranya Wan Tong Group, China Minsheng Bank, Jiangsu Qi He Technology, Jiangsu Shu Jun Technology, Beijing Jin Jia Tong Neng Environmental Technology Group, Shanghai San Ding Technology, Kamar Dagang Hainan, Indonesia's Chinese Bridge Training School, Xing Yao International Investment, dan Liu Dian Group.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda






Komentar (0)