Pasukan Israel kembali membunuh empat warga Palestina dalam serangan udara dan artileri terbarunya di Gaza City, Kamis (16/7/2026). Di saat yang sama, Zionis juga disebut memperluas area kendalinya di bagian timur kota tersebut.
Melansir laporan Anadolu, menurut sumber medis dan sumber lokal Palestina, serangan itu terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku di Jalur Gaza pada 10 Oktober 2025 lalu.
Palestine Red Crescent Society menyebut Nihad Riyad Arouq, warga berusia 33 tahun, meninggal setelah drone Israel menyerang tenda pengungsi di area pelabuhan, sebelah barat Gaza City. Sejumlah orang lain, termasuk anak-anak, dilaporkan terluka dan dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa.
Sumber medis juga melaporkan Ibrahim Khattab, warga berusia 37 tahun, meninggal dalam serangan artileri berat dan tembakan dari kendaraan militer Israel yang bergerak di sekitar Persimpangan Dawla, tenggara kawasan Zeitoun, Gaza City. Selain Ibrahim, Istri dan anak-anaknya dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Kompleks Medis Al-Shifa juga menerima jenazah Mohammed Al-Rifi dan Suhail Ahdaibi, bersama sejumlah korban luka, setelah drone Israel menyerang kerumunan warga sipil di dekat Persimpangan Al-Sanfour, kawasan Tuffah, timur laut Gaza City pada hari yang sama.
Sementara itu, sumber lokal dan saksi mata mengatakan kendaraan militer Israel bergerak pada malam hari di sekitar Persimpangan Dawla, disertai tembakan artileri berat dan peluru tajam.
Kendaraan militer itu disebut bergerak puluhan meter ke arah Jalan Salah al-Din dan mendorong pembatas beton penanda Yellow Line ke arah barat. Pergerakan itu memperluas wilayah kendali militer Israel dan semakin mempersempit area yang dapat diakses warga Palestina.
Adapun Yellow Line merupakan zona keamanan yang ditetapkan Israel di dalam Jalur Gaza. Warga Palestina dilarang mendekati area sekitar zona tersebut.
Saksi mata mengatakan puluhan keluarga mengungsi dari kawasan tersebut karena serangan artileri dan tembakan masih berlangsung. Aktivis juga melaporkan serangan itu memicu kebakaran di sebuah toko komersial di sekitar lokasi.
Menurut pejabat Israel, militer kini menguasai lebih dari 70 persen wilayah Gaza, meningkat dari 53 persen berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan serangan Israel sejak gencatan senjata berlaku telah membunuh 1.123 warga Palestina dan melukai 3.616 lainnya hingga, Rabu (15/7/2026). Angka itu tak termasuk Nihad Riyad Arouq, Ibrahim Khattab, Mohammed Al-Rifi dan Suhail Ahdaibi yang merupakan korban meninggal terbaru. (bil/ham)




Komentar (0)