Microsoft Tambal 570 Celah Keamanan di Windows-Office, AI Bantu Temukan Bug

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Microsoft merilis pembaruan untuk menambal 570 celah keamanan (bug) pada Windows, Office, dan sejumlah produk teknologi lainnya. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi dalam pembaruan keamanan bulanan perusahaan.

Ratusan perbaikan itu diluncurkan pada Selasa (14/7) waktu setempat dalam agenda rutin yang dikenal oleh peneliti keamanan sebagai 'Patch Tuesday'. Microsoft menyebut penggunaan kecerdasan buatan (AI) ikut mendorong lonjakan jumlah kerentanan yang berhasil ditemukan.

Setidaknya dua dari 570 bug tersebut masuk kategori zero-day. Istilah zero-day mengacu pada celah keamanan yang telah dieksploitasi peretas sebelum pengembang mengetahui atau sempat memperbaikinya.

Salah satu celah memengaruhi Windows Server. Kerentanan tersebut memungkinkan peretas meningkatkan hak akses dari pengguna terbatas menjadi administrator sistem.

Celah lain ditemukan pada SharePoint, platform Microsoft yang digunakan organisasi untuk berbagi berkas dan berkolaborasi. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) memperingatkan bahwa peretas telah aktif mengeksploitasi kerentanan tersebut untuk membobol organisasi.

Sebelumnya, Microsoft telah memperingatkan bahwa jumlah perbaikan dalam pembaruan bulanan kali ini akan jauh lebih banyak dibandingkan biasanya. Perusahaan mengaitkan peningkatan itu dengan pemanfaatan AI untuk membantu karyawannya menemukan bug keamanan yang sebelumnya belum terdeteksi dalam perangkat lunak.

"Ketika AI membantu tim pertahanan menemukan lebih banyak masalah, pelanggan akan melihat volume pembaruan yang lebih tinggi dalam setiap rilis keamanan," kata Presiden Windows dan Perangkat Microsoft, Pavan Davuluri, mengutip TechCrunch.

Penggunaan AI untuk mencari kerentanan peranti lunak semakin berkembang seiring meningkatnya kemampuan model dalam membaca, menganalisis, dan menguji kode. Teknologi tersebut membantu peneliti keamanan menelusuri basis kode berukuran besar dan mengenali pola yang berpotensi membuka jalan bagi serangan.

Kemampuan ini menjadi penting bagi Microsoft karena sebagian kode Windows telah dikembangkan sejak beberapa dekade lalu. Bug yang tidak terdeteksi dapat tetap tersimpan selama bertahun-tahun sebelum ditemukan oleh peneliti atau dimanfaatkan oleh peretas.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MV Soundtrack Moana Versi Indonesia Dirilis, Silet Open Up Ikut Adaptasi Lirik
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Usulkan Skema Biaya Haji 2027 Tetap 60:40, Jamaah Tanggung 40 Persen
• 22 jam lalu
0
thumb
Ahli AI Simulasi Spanyol Vs Argentina 50 Ribu Kali, Juaranya Mutlak
• 9 jam lalu
0
thumb
Team Vitality Singkirkan Falcons ID dan Melaju ke Semifinal MWI Esports World Cup 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
Jalan Panjang bank bjb Membangun Kepercayaan dan Harapan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.