Fase menstruasi tidak hanya membawa perubahan suasana hati, tetapi juga dapat memengaruhi pola makan perempuan. Berdasarkan hasil wawancara kumparanWOMAN, empat dari lima perempuan mengaku menghindari makanan dan minuman tertentu saat menstruasi.
Salah satunya adalah Arsitta (22), yang menghindari minuman berkafein tinggi seperti matcha dan kopi. Menurutnya, kedua minuman tersebut membuat nyeri pada perut dan pinggang terasa lebih parah saat menstruasi. Senada dengan Arsitta, Alifa (24) dan Fidi (24) juga mengurangi konsumsi minuman berkafein selama periode menstruasi.
“Biasanya aku lebih menghindari minuman tinggi kafein seperti kopi atau minuman dengan kandungan gula tinggi, contohnya milk tea dan thai tea. Soalnya minuman itu membuat tubuhku semakin lemas dan kram perut,” ujar Alifa kepada kumparanWOMAN.
Sementara itu, Najma (24) memilih mengurangi konsumsi makanan pedas untuk menghindari rasa tidak nyaman pada perut. Ia juga menghindari junk food karena merasa makanan tersebut membuat tubuhnya terasa lebih berat dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih melelahkan selama menstruasi.
Berbeda dengan keempat perempuan tersebut, Selfy (32) mengaku tidak memiliki pantangan makanan maupun minuman saat menstruasi.
“Sejauh ini tidak ada. Aku tetap makan seperti biasa karena belum pernah merasa ada makanan tertentu yang bikin gejala menstruasi jadi lebih parah,” ungkap Selfy.
Kebiasaan menghindari makanan tertentu saat menstruasi juga ditemukan dalam sebuah penelitian. Studi berjudul Prevalence of Dysmenorrhea and Its Association With Dietary Habits Among Female Students of Mid-West University, Surkhet, Nepal: An Analytical Cross-Sectional Study (2026) menemukan bahwa 20,3 persen perempuan menghindari makanan tertentu selama menstruasi.
Dalam studi tersebut, sebanyak 35,7 persen responden menghindari makanan pedas, sementara 23,8 persen mengurangi konsumsi makanan asam. Selain itu, 38,5 persen perempuan mengaku mengalami penurunan nafsu makan selama menstruasi. Lantas, bagaimana pandangan dokter mengenai hal ini?
Makanan dan minuman yang perlu dibatasi saat menstruasiMeski sebagian perempuan memilih menghindari makanan dan minuman tertentu saat menstruasi, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG, mengatakan bahwa tidak ada makanan maupun minuman yang benar-benar dilarang selama periode tersebut.
“Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar 'dilarang' saat menstruasi. Namun, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi karena dapat memperberat keluhan yang dirasakan sebagian perempuan,” jelas dr. Gracia.
Menurut dr. Gracia, makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain makanan tinggi garam, makanan instan, dan ultra-processed food karena dapat memicu perut kembung. Konsumsi makanan tinggi gula juga sebaiknya tidak berlebihan karena dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah yang membuat energi serta suasana hati lebih mudah berubah.
“Selain itu, makanan tinggi lemak jenuh atau makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan proses peradangan di dalam tubuh sehingga pada beberapa orang dapat memperberat nyeri menstruasi,” jelas dr. Gracia.
Tak hanya makanan, dr. Gracia juga mengingatkan perempuan untuk membatasi konsumsi minuman beralkohol selama menstruasi karena berpotensi memperburuk gejala yang dirasakan. Sementara itu, kopi maupun matcha masih boleh dikonsumsi selama tidak menimbulkan keluhan.
“Kopi maupun matcha sebenarnya tidak harus dihindari sepenuhnya saat menstruasi. Keduanya masih boleh dikonsumsi dalam jumlah yang wajar apabila tidak menimbulkan keluhan,” ujar dr. Gracia.
Makanan dan minuman yang dianjurkan saat menstruasiSaat menstruasi, dr. Gracia menyarankan perempuan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium, seperti alpukat, pisang, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau. Magnesium dapat membantu melemaskan otot sehingga kram menstruasi terasa lebih ringan.
“Makanan yang kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, hati, bayam, atau kacang-kacangan juga penting, terutama bagi perempuan yang mengalami perdarahan menstruasi cukup banyak untuk membantu mencegah kekurangan zat besi,” ujar dr. Gracia.
Selain itu, asupan omega-3 dari ikan seperti salmon, sarden, dan tuna juga dapat membantu mengurangi nyeri haid. Menurut dr. Gracia, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga tidak kalah penting karena kekurangan cairan dapat memperparah rasa lelah, sakit kepala, hingga membuat tubuh terasa kurang bugar selama menstruasi.
“Yang perlu dipahami bahwa respons setiap orang bisa berbeda. Jadi yang terpenting adalah mengenali makanan apa yang membuat keluhan menstruasi menjadi lebih berat, lalu membatasinya,” jelas dr. Gracia.






Komentar (0)